BPBD Siapkan Titik Air, Water Bombing Diupayakan ke Sintang
- 01 Sep 2026 17:02 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang tengah mengupayakan pengerahan Helikopter water bombing untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah kabupaten Sintang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengatakan Helikopter water bombing dari BPBD Provinsi Kalimantan Barat sebelumnya dialokasikan untuk wilayah Ketapang dan Pontianak. Namun, pengerahan pesawat ke Sintang kini sedang diupayakan melalui koordinasi jajaran TNI.
Menurut Kusnidar, upaya tersebut dilakukan menyusul perintah Panglima TNI kepada Pangdam XII/Tanjungpura agar pesawat juga dapat digeser ke Sintang yang disampaikan Dandim 12/05 Sintang kepadanya.
“Terkait water bombing, BPBD Provinsi mengatakan helikopteritu hanya untuk Ketapang dan Pontianak, tidak untuk Sintang. Namun, Pak Dandim 12/05 Sintang menghubungi sayang mengatakan agar pesawat itu juga digeser ke Sintang,” ujarnya saat diwawancarai awak media usai rapat koordinasi penanganan karhutla, Senin 31 Agustus 2026
| Baca juga: Mobil AWC Polres Sekadau Siram Jalan Berdebu |
Seiring upaya tersebut, BPBD Sintang diminta menyiapkan titik sumber air yang aman untuk pengisian air helikopter. Kusnidar mengatakan pihaknya telah mengarahkan lokasi pengambilan air ke Sungai Kapuas, tepatnya di bagian hilir jembatan Kapuas di depan Korem.
Ia menjelaskan lokasi tersebut dipilih karena kondisi sungai masih cukup dalam sehingga memungkinkan helikopter mengambil air. Sementara sejumlah titik lain, seperti kawasan Sakatiga, dinilai kurang sesuai karena sudah mendekati hamparan pasir.
“Hanya di situ, karena mereka tidak boleh mengambil air yang dekat pasir. Kalau yang di Sakatiga sudah dekat pasir, kalau yang hilir jembatan itu masih dalam, bisa,” jelasnya.
Kusnidar berharap pengerahan helikopter water bombing ke Sintang dapat segera terealisasi sehingga membantu mempercepat penanganan karhutla, terutama pada titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui pemadaman dari darat. (din)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....