Kemarau, Sekolah dan Asrama Kartini Mulai Kesulitan Air

  • 31 Agt 2026 15:29 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Musim kemarau telah berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sintang. Kondisi ini turut dirasakan PAUD Santo Antonius Padua Sintang, selain itu asrama Kartini yang satu kompleks dengan PAUD anto Antonius Padua Sintang juga mengalami krisis air. Asrama yang menampung sekitar 70 orang kekurangan pasokan air untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Kepala PAUD Santo Antonius Padua Sintang, Suster Corona Sri Hermiyanti saat ditemui RRI Sintang pada Sabtu, 22 Agustus 2026 mengatakan ketersediaan air semakin berkurang seiring berlangsungnya musim kemarau.

Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut, terutama fasilitas umum seperti sekolah dan asrama yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

“Pemerintah daerah untuk ya memperhatikan juga air-air yang sekarang dirasakan semakin berkurang ya," kata Suster Corona.

Menurutnya, kebutuhan air tidak hanya dirasakan oleh sekolah dan asrama. Masyarakat juga menghadapi persoalan serupa, namun tidak semuanya memiliki kesempatan menyampaikan kondisi yang mereka alami.

“Bagaimana caranya pemerintah memberikan perhatian itu terutama untuk seperti ini asrama dan sekolah seperti ini kan tidak bisa tanpa air, pastinya masyarakat juga banyak yang membutuhkan air, mereka tidak ada kesempatan menyampaikan,”ucapnya.

Keterbatasan air bersih dinilai dapat semakin membebani masyarakat apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang. Karena itu, langkah antisipasi dinilai perlu dilakukan sebelum kondisi semakin sulit.

Selain persoalan air, Suster Corona mengajak masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan karhutla dinilai penting untuk mengurangi risiko kabut asap yang dapat memperburuk kondisi lingkungan saat kemarau.

“Kita juga mohon masyarakat itu saling menjagalah untuk mengurangi ya bagaimana kita mengantisipasi kebakaran juga sehingga semakin bisa berkurang,” tutup Suster Corona.

Ia berharap pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Ketersediaan air bersih serta pencegahan karhutla perlu menjadi perhatian bersama untuk mengurangi dampak yang dirasakan warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....