Kabut Asap Main Pekat, Disdikbud Sintang Lanjutkan BDR
- 26 Agt 2026 12:55 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Kabut asap yang masih menyelimuti Kabupaten Sintang membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mempertimbangkan untuk kembali melanjutkan pembelajaran dari rumah (BDR) bagi siswa TK, SD, dan SMP sederajat.
Kepala Disdikbud Kabupaten Sintang, Herkulanus Roni, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi bersama jajaran internal dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebelum menentukan kebijakan selanjutnya.
Menurutnya, keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama di tengah kondisi kualitas udara yang dinilai membahayakan.
“Situasi kabut asap saat ini memang sangat membahayakan bagi kesehatan. Oleh sebab itu, kita akan melakukan rapat evaluasi dan meminta saran dari berbagai OPD apakah BDR akan dilanjutkan atau tidak,” ujarnya.
Roni mengatakan, Disdikbud Sintang sebelumnya telah dua kali menerapkan BDR. Dari pelaksanaan tersebut, pihaknya melakukan evaluasi, termasuk memperjelas tugas guru, siswa, dan orang tua selama pembelajaran berlangsung.
Evaluasi juga dilakukan untuk memastikan BDR tidak berdampak terhadap mutu pendidikan. Terlebih, dalam waktu dekat siswa akan menghadapi ulangan dan tes kemampuan akademik.
“Kita tidak ingin karena keliru membuat kebijakan kemudian berdampak terhadap kesehatan anak. Tetapi kita juga tidak ingin kebijakan ini berdampak pada kualitas dan mutu pendidikan,” katanya.
Roni menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan kapan kondisi cuaca akan membaik dan hujan turun di Kabupaten Sintang. Jika kabut asap masih berlangsung hingga September, penerapan BDR perlu dikaji kembali agar tidak mengganggu proses pendidikan dalam jangka panjang.
Setelah evaluasi internal dan mendapat masukan dari OPD terkait, Disdikbud Sintang berencana meminta petunjuk Bupati Sintang untuk menentukan apakah BDR akan kembali dilanjutkan.
| Baca juga: Cuaca Hujan, Daya Beli Masyarakat Menurun |
Sementara itu, salah seorang siswa SD di Kabupaten Sintang, Orlando Mikail Yuda, mengaku lebih memilih pembelajaran tatap muka di sekolah. Menurutnya, belajar di sekolah lebih efektif karena dapat berinteraksi dan belajar bersama teman-temannya.
“Kalau di sekolah bisa belajar bersama teman-teman. Kalau BDR biasanya belajar sendiri di rumah, jadi menurut saya kurang efektif,” ujarnya.
Orlando juga berharap kabut asap segera berakhir sehingga Ia dan teman-temannya bisa bersekolah kembali seperti semula dan tidak terganggu dengan adanya asap. (dby)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....