BMKG Sintang: El Nino Sangat Kuat Diperkirakan Terjadi hingga Awal 2027
- 23 Agt 2026 14:33 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Kabupaten Sintang masih perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi ini dipengaruhi fenomena El Nino yang saat ini berada pada kategori sangat kuat.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang, Dharmawan Wahyu Adhi, mengatakan pengaruh El Nino diperkirakan masih terasa hingga awal 2027, bahkan diprediksi berlangsung sampai sekitar Februari.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan periode kemarau menjadi lebih kering karena curah hujan berpotensi berada di bawah rata-rata normal.
“Ini bahkan akan mencapai sampai awal 2027 sekitar bulan Februari,” ujar Dharmawan.
Dharmawan menjelaskan, Agustus dan September menjadi periode yang harus mendapat perhatian khusus di Sintang. Pada kedua bulan tersebut, curah hujan diperkirakan lebih rendah dibandingkan rata-rata curah hujan dalam kurun waktu 30 tahun.
“Untuk Sintang sendiri, yang perlu kita waspadai adalah di bulan Agustus dan September, di mana curah hujan itu di bawah normal, artinya adalah di bawah dari rata-rata 30 tahunnya,” jelasnya.
Minimnya curah hujan membuat kondisi vegetasi dan lahan menjadi lebih kering. Situasi ini dapat memperbesar peluang api muncul dan menyebar dengan cepat apabila terjadi pembakaran yang tidak terkendali.
Karena itu, potensi karhutla diperkirakan menjadi salah satu dampak yang perlu diantisipasi selama puncak periode kering tersebut.
“Yang perlu kita waspadai akan potensi karhutla yang cukup tinggi di bulan Agustus dan September,” ujarnya.
Masyarakat Sintang diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan, termasuk membakar lahan dan sampah. Upaya pencegahan dinilai penting karena kondisi kering dapat membuat api lebih sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko meluasnya kebakaran.
Kewaspadaan juga diperlukan oleh pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana, serta masyarakat di kawasan yang memiliki lahan mudah terbakar. Pemantauan titik panas dan kondisi lapangan perlu dilakukan lebih intensif selama periode curah hujan rendah.
Dengan potensi El Nino yang masih berlangsung hingga awal 2027, langkah pencegahan menjadi penting untuk menekan risiko karhutla sekaligus mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat. (dby)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....