Musim Tanam di Sintang Terancam Mundur akibat Minimnya Curah Hujan

  • 17 Sep 2026 09:09 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Kekeringan mulai menghambat musim tanam di Kabupaten Sintang. Sekitar 277,75 hektare lahan pertanian yang telah siap diolah belum dapat ditanami karena kondisi lahan tidak mendukung akibat minimnya curah hujan.

Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Sintang, Yunaer, mengatakan September sebenarnya menjadi waktu yang tepat bagi petani untuk memulai musim tanam. Namun, rendahnya curah hujan membuat waktu tanam berpotensi bergeser hingga Oktober.

“Untuk di bulan September ini sebenarnya waktu tanam yang sangat bagus sekali, tepat sekali, tetapi karena mengingat kondisi saat ini memang turun hujannya sedikit sekali, mungkin nanti waktu tanamnya akan bergeser ke Oktober,” ujar Yunaer dalam rapat koordinasi antisipasi dan respons kemarau panjang Selasa 15 September 2026.

Menurut yunaer lahan yang sudah siap diolah tersebut belum dapat dimanfaatkan karena petani kesulitan mendapatkan sumber air. Penyuluh pertanian serta petani telah berupaya memaksimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian, termasuk bantuan pompanisasi, namun alat tersebut belum dapat digunakan secara optimal karena sejumlah lokasi tidak memiliki sumber air yang cukup.

“Petani sudah mendapatkan bantuan pompanisasi, tetapi masalahnya di lokasi itu tidak ada sumber air. Jadi sumber air itu tidak bisa kita alirkan ke sawah meski ada alatnya,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, waktu tanam di sejumlah wilayah Kabupaten Sintang diperkirakan mengalami pergeseran. Pemerintah melalui penyuluh pertanian akan terus memantau kondisi lahan dan curah hujan untuk menentukan waktu tanam yang lebih sesuai dengan ketersediaan air. (din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....