Tiga Area Lahan di Sintang Hangus Terbakar

  • 28 Jul 2026 10:09 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Tim pemadam kebakaran terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, TNI, Brimob dan KPH Sintang Utara hingga hari kedua masih menjinakan api kebakaran lahan Desa jelora 2, Desa Tertung dan Kelurah Akcaya 1 Kecamatan Sintang di lahan gambut dan lahan mineral dengan luas lahan terbakar kurang lebih lima hektar yang terjadi pada Senin, 27 Juli 2026.

Kepala UPT KPH Sintang Utara Antoni Manik, mengatakan sumber api tidak diketahui karena pada saat tim datang ke lokasi kejadian sudah terjadi diperkirakan dua hari sudah terjadi kebakaran lahan. Sedangkan api yang sudah dipadamkan kurang lebih 3,5 hektare walaupun masih ada muncul asap-asap pada titik-titik kebakaran lahan tersebut. Jenis tanah dari lokasi yang terbakar adalah jenis tanah gambut dan tanah mineral.

Sedangkan fungsi kawasan hutan lahan tersebut berada pada areal penggunaan lain atau berada di luar kawasan hutan. Jarak kebakaran lahan yang terjadi dengan pemukiman kurang lebih berjarak 5 kilometer. KPH Sintang Utara bersama-sama Brigade Kahutlah KPH Sintang Utara melakukan kegiatan pemadaman bergabung bersama tim kabupaten yaitu ada Manggal Agni, ada BPBD Kabupaten Sintang, dan Brimob Polri.

“Kami menyampaikan imbawan kepada masyarakat agar berhati-hati pada musim kemarau yang panjang ini supaya tidak melakukan kegiatan-kegiatan pembakaran yang bisa berakibatkan kebakaran lahan dan hutan cukup luas sehingga nanti agak sulit untuk penanganannya,” kata Antoni Manik, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menjelaskan, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi lahan gambut yang memungkinkan api terus menyala di bawah permukaan tanah. Akibatnya, meskipun kobaran api di permukaan telah berhasil dipadamkan, petugas masih harus melakukan penyisiran dan pembasahan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga terus memantau perkembangan situasi di lokasi kebakaran guna mengantisipasi meluasnya api ke area lain. Pemantauan dilakukan secara berkala, terutama pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap, mengingat cuaca panas, angin, dan minimnya curah hujan dapat meningkatkan potensi kebakaran kembali terjadi.

Pemerintah bersama seluruh instansi yang terlibat mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat atau petugas terkait apabila menemukan titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat dapat diminimalkan. (Tin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....