Ragam Budaya: Tetap Nyunda meski Jauh dari Tanah Sunda

  • 28 Jul 2026 12:02 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang- Semangat melestarikan budaya Sunda tetap dapat dilakukan meskipun tinggal jauh dari wilayah Tatar Sunda. Hal tersebut disampaikan dalam program Ragam Budaya Sunda yang disiarkan Pro 1 RRI Sintang pada Senin, 27 Juli 2026, dengan menghadirkan budayawan Sunda Kang Ukus Suryana atau yang akrab disapa A Uus sebagai narasumber.

Dalam dialog tersebut, A Uus mengangkat tema "Tetep Nyunda Sanajan Teu di Dataran Sunda" yang mengajak masyarakat Sunda untuk tetap mempertahankan identitas budayanya di mana pun berada. Menurutnya, kecintaan terhadap budaya tidak ditentukan oleh tempat tinggal, tetapi oleh kemauan untuk terus menjalankan nilai-nilai dan tradisi yang diwariskan para leluhur.

"Walaupun tinggal di luar wilayah Sunda, kita tetap harus bangga menjadi orang Sunda dengan menjaga bahasa, adat, dan hidup rukun bersama suku lainnya," ujar Kang Ukus Suryana.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kelestarian budaya. Masyarakat Sunda yang tinggal di perantauan dianjurkan tetap membiasakan mengucapkan beberapa kosakata Sunda, seperti kata meuli yang berarti membeli, agar bahasa daerah tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Selain bahasa, A Uus juga mengingatkan pentingnya mempertahankan adat istiadat Sunda dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ramah, santun, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan merupakan bagian dari karakter masyarakat Sunda yang perlu terus dipraktikkan meskipun berada di lingkungan yang berbeda.

Menurutnya, masyarakat Sunda yang tinggal di Kabupaten Sintang telah hidup berdampingan dengan berbagai suku, seperti Dayak, Melayu, Jawa, serta suku-suku lainnya. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis, di mana setiap suku tetap dapat melestarikan budayanya tanpa mengurangi rasa persaudaraan dan persatuan.

A Uus mengajak para orang tua untuk mulai mengenalkan budaya Sunda kepada anak-anak sejak dini melalui lingkungan keluarga. Menurutnya, pengenalan bahasa, lagu-lagu Sunda, adat istiadat, hingga makanan khas Sunda perlu dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda tetap bangga menjadi orang Sunda meskipun tumbuh di luar Tatar Sunda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....