Mengenal Jejak Penyanyi Legendaris Sunda

  • 12 Agt 2026 08:18 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID., Sintang- Senin 10 Agustus 2026 di Pro1 RRI Sintang menghadirkan Abah Rahmad, budayawan Sunda, dalam acara ragam budaya Pasundan, membahas Hariring Parahyangan, istilah yang berarti lagu dari Parahyangan atau dataran Sunda. Dalam dialog tersebut, Abah Rahmad mengulas sejumlah penyanyi Sunda yang telah dikenal luas, bahkan karya mereka masih enak didengarkan hingga saat ini.

Menurut Abah Rahmad, musik Sunda memiliki beragam genre yang berkembang dan melahirkan banyak penyanyi dengan karakter masing-masing. Di antaranya adalah musik Sunda klasik yang dikenal melalui Mang Koko serta seni kacapi suling Cianjuran yang salah satu penyanyinya dikenal melalui sosok Kokom Komariah.

Pada genre pop Sunda, terdapat nama Kang Darso yang memiliki nama asli Hendarso dan menjadi salah satu penyanyi yang sangat populer. Selain dikenal di Jawa Barat, Kang Darso juga mendapat tempat di tingkat nasional melalui lagu-lagu seperti Mawar Bodas, Hamparan Sajadah, dan Kabogoh Jauh, sebelum meninggal dunia pada usia 70 tahun.

Abah Rahmad juga mengenang penyanyi perempuan asal Jawa Barat, Detty Kurnia, yang dikenal luas berkat karakter vokalnya yang khas dan merdu. Detty Kurnia meninggal dunia pada usia 49 tahun karena kanker, dengan sejumlah lagu yang dikenal masyarakat, antara lain Bonangna dan Naha Enya, serta pernah berduet bersama Kang Darso.

“Selain itu, ada Nining Meida yang turut memperkuat popularitas musik Sunda melalui lagu-lagu seperti Kalangkang, Es Lilin, dan Borong GarinG, “ kata Abah Rahmad. Menurut Abah Rahmad, karya-karya Nining Meida tetap disukai karena memiliki suara khas yang mudah dikenali oleh pendengar.

Nama lain yang turut dibahas adalah Doel Sumbang yang memiliki banyak karya populer, termasuk lagu Ema. Perkembangan musik Sunda juga melahirkan kelompok dan penyanyi lain seperti Gasentra dari Sukabumi, serta Nani, Priska, dan Nina yang ikut mewarnai perjalanan musik Sunda.

Abah Rahmad menyebut regenerasi penyanyi Sunda terus berjalan dan menghadirkan nama-nama baru yang mulai dikenal masyarakat. Salah satunya Amala yang dinilai menjadi bagian dari perkembangan musik Sunda di masa kini, sehingga kesenian tersebut tetap memiliki ruang di tengah perubahan selera musik.

Di akhir dialog, Abah Rahmad berharap generasi muda tidak hanya mengenal judul lagu Sunda tanpa mengetahui siapa penciptanya maupun penyanyinya. Ia mengajak generasi muda mengenal kembali para seniman dan sejarah musik Sunda agar karya-karya tersebut tidak berhenti sebagai lagu yang sekadar didengar, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari kekayaan budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....