Kuliah Kerja Nyata UINSUKA Edukasi Pilah Sampah
- 23 Jul 2026 10:03 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID., Sintang- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bentang Sintang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi narasumber dalam acara Green Radio Pro 1 RRI Sintang, Sabtu 18 Juli 2026. Dialog tersebut menghadirkan Ketua Tim KKN 120 UINSUKA Mufid Mapendi dan mahasiswa KKN 120 UINSUKA Triya Kartika untuk membahas edukasi pengelolaan sampah di Kabupaten Sintang.
Mufid Mapendi mengatakan program Bentang Sintang berawal dari kepedulian terhadap persoalan sampah yang terjadi di Sintang, termasuk munculnya pemberitaan mengenai pembuangan sampah di depan Gedung Bupati. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dorongan untuk menghadirkan edukasi kepada masyarakat agar mampu memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
"Kami melihat persoalan sampah bukan hanya sebagai masalah, tetapi juga sebagai ruang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan mulai memilah sampah bisa menjadi langkah besar untuk menjaga lingkungan," ujar Mufid.
Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah anorganik melalui kerja sama dengan Bank Sampah Indonesia (BSI). Masyarakat akan diedukasi untuk memisahkan sampah plastik seperti botol dan tutupnya, memastikan sampah dalam kondisi bersih, serta mengelola kembali agar memiliki nilai guna.
Mufid menyebut program GASPOL (Gerakan Anak Sintang Pilah Olah Lingkungan) menjadi salah satu program utama KKN Bentang Sintang yang menyasar pelajar di sekolah-sekolah. Menurutnya, sekolah menjadi tempat penting dalam membangun kebiasaan baru karena menjadi salah satu penghasil sampah yang cukup besar sekaligus wadah mencetak generasi peduli lingkungan.
Mahasiswa KKN 120 UINSUKA, Tria Kartika, mengungkapkan kondisi pengelolaan sampah di Sintang masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Ia menyebut tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nenak cukup tinggi, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah.
"Sampah sebenarnya bisa menjadi berkah apabila dikelola dengan baik. Banyak sampah yang kita anggap tidak berguna ternyata memiliki nilai, sehingga masyarakat perlu mulai memahami pentingnya memilah dan memanfaatkan sampah sejak dari rumah," kata Tria Kartika.
Triya Kartika menjelaskan, tim KKN juga mengembangkan edukasi pengolahan sampah organik melalui pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Program tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya di Desa Alai, bahwa sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan.
Selain program edukasi, KKN Bentang Sintang juga berencana melakukan berbagai kegiatan kolaborasi, seperti aksi bersih lingkungan bersama Bowara Group, pembuatan area bebas sampah di Taman Entuyut, serta rencana pelaksanaan Car Free Day (CFD) pertama di Sintang. Kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas lingkungan, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.
Mufid dan Triya Kartika berharap masyarakat semakin menyadari bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Mereka mengajak masyarakat untuk memulai langkah sederhana dengan tidak membuang sampah sembarangan, kemudian membiasakan memilah sampah agar dapat dikelola dan memberikan manfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....