Listrik Sering Padam, RSUD Sintang Siapkan Genset Optimalkan Pelayanan

  • 08 Jul 2026 09:21 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Gangguan pasokan listrik yang dalam beberapa waktu terakhir kerap terjadi di Kabupaten Sintang mulai berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, RSUD Ade M. Djoen Sintang memastikan seluruh pelayanan kesehatan tetap berjalan normal dengan mengandalkan dua unit genset berkapasitas besar sebagai sumber listrik cadangan.

Direktur RSUD Ade M. Djoen Sintang, dr. Bagus Zodiak Adibrata, mengatakan pelayanan kesehatan merupakan layanan yang tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun. Karena itu, rumah sakit telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar aktivitas pelayanan kepada pasien tetap berlangsung meski terjadi pemadaman listrik.

"Walaupun ada pemadaman, pelayanan tetap harus berjalan. Karena itu kami sudah menyiapkan semuanya, termasuk genset. Pelayanan tidak boleh berhenti hanya karena listrik padam," kata Bagus.

Menurutnya, keberadaan dua unit genset membuat seluruh kebutuhan listrik rumah sakit, mulai dari ruang perawatan, instalasi gawat darurat, ruang operasi hingga peralatan medis lainnya tetap dapat beroperasi ketika pasokan listrik dari PLN terputus. Hingga saat ini, pemadaman listrik belum memberikan dampak langsung terhadap pelayanan medis.

"Secara langsung tidak berdampak karena kami sudah menyiapkan genset sebagai backup ketika listrik padam," ujarnya.

Meski demikian, Bagus mengakui kondisi tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran karena belum ada kepastian kapan gangguan listrik akan berakhir. Selain pasokan listrik, gangguan jaringan internet juga menjadi perhatian karena sebagian besar sistem pelayanan rumah sakit kini telah terintegrasi secara digital.

"Kami tetap waswas karena tidak tahu sampai kapan kondisi ini terjadi. Yang penting kami harus menyiapkan semuanya agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," ucapnya.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, RSUD Ade M. Djoen Sintang juga telah menyiagakan tim teknologi informasi (IT) agar sistem pelayanan berbasis daring tetap dapat berfungsi ketika terjadi gangguan jaringan. Di sisi lain, manajemen rumah sakit mulai menghitung potensi tambahan biaya operasional akibat penggunaan genset secara terus-menerus. Kebutuhan tersebut akan dievaluasi dan dapat diusulkan dalam perubahan anggaran apabila kondisi pemadaman listrik berlangsung lebih lama.

Seringnya pemadaman listrik dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian berbagai kalangan di Kabupaten Sintang karena tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha, tetapi juga berpotensi memengaruhi pelayanan publik. Meski demikian, RSUD Ade M. Djoen Sintang menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh layanan kesehatan tetap berjalan sehingga masyarakat tetap memperoleh pelayanan secara optimal di tengah kondisi gangguan kelistrikan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang yang juga menjabat Ketua DPC PDIP Sintang, Yohanes Rumpak, meminta PLN menyampaikan informasi secara transparan kepada masyarakat mengenai penyebab gangguan pasokan listrik yang belakangan ini semakin sering terjadi.

Menurut Yohanes, frekuensi pemadaman listrik saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa waktu lalu, ketika pasokan listrik relatif stabil. Karena itu, masyarakat dinilai berhak memperoleh penjelasan yang jelas mengenai faktor yang menyebabkan kondisi tersebut.

"Saya berharap PLN bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait penyebab seringnya pemadaman listrik yang terjadi akhir-akhir ini. Sudah cukup lama kita tidak mengalami situasi seperti sekarang," kata Yohanes.

Ia menilai berbagai kemungkinan penyebab gangguan perlu dijelaskan secara terbuka, mulai dari ketersediaan bahan bakar pembangkit, keterbatasan daya yang dihasilkan, hingga kemungkinan adanya gangguan atau kerusakan pada salah satu unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

"Kalau memang kapasitasnya berkurang, apa penyebabnya? Apakah ada unit PLTU yang mengalami gangguan atau pasokan bahan bakarnya yang bermasalah? Masyarakat perlu mendapatkan penjelasan mengenai hal itu," ujarnya. (dby)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....