PLN Kalbar Tegaskan Pemadaman Listrik Tidak Terkait Batu Bara

  • 03 Jul 2026 17:07 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - PT PLN akhirnya memberikan penjelasan resmi menjawab keresahan masyarakat dan desakan transparansi dari DPRD Sintang terkait krisis listrik yang melanda wilayah Kalimantan Barat belakangan ini. PLN dengan tegas membantah isu menipisnya stok bahan baku dan memastikan pemadaman terjadi murni akibat kendala teknis pada infrastruktur pembangkit.

Berdasarkan keterangan resmi PLN, sistem kelistrikan di Kalimantan Barat saat ini tengah mengalami defisit daya. Kondisi tersebut dipicu oleh gangguan teknis pada salah satu pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer berkapasitas 100 megawatt yang terpaksa keluar sementara dari jaringan sistem.

Klarifikasi ini sekaligus menjawab langsung pertanyaan tajam yang sebelumnya dilontarkan Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak, yang mendesak PLN terbuka mengenai akar masalah pemadaman, apakah terkait krisis pasokan batu bara atau kerusakan mesin pembangkit.

"Kami pastikan kondisi ini tidak terkait pasokan batu bara maupun energi primer, melainkan murni kendala teknis pada pembangkit yang sedang kami percepat penanganannya," terang pihak PLN dalam rilis resminya.

Guna menjaga sistem tetap aman dan mencegah terjadinya pemadaman total yang lebih luas, PLN memberlakukan manajemen beban terbatas dengan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah sejak Kamis, 2 Juli 2026.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, baik rumah tangga maupun pelaku usaha. Pihaknya memohon dukungan masyarakat agar proses perbaikan pembangkit 100 megawatt tersebut berjalan lancar sehingga suplai listrik di Kalimantan Barat segera kembali normal. (Arf)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....