Kadis Kominfo Sintang Soroti Keamanan Digital dan Mitigasi Hoaks
- 08 Jul 2026 08:55 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Kepolisian Resor Sintang menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion dengan tema "Sinergitas Lintas Sektoral Dalam Rangka Menangkal Provokasi dan Merawat Harmoni di Wilayah Kabupaten Sintang" yang bertempat di Aula Serbaguna Waterpark Sintang, Selasa, 7 Juli 2026.
Membuka kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas Kabag Ops Polres Sintang, AKP Manguliman Hutasoit yang membacakan sambutan Kapolres Sintang, menyampaikan bahwa di era digital saat ini terselip ancaman nyata berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan narasi provokatif. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tugas kepolisian semata, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh elemen masyarakat daerah untuk mengedepankan budaya tabayyun dan saring sebelum sharing.
| Baca juga: Kesbangpol Tekankan Tertib dan Sinergi Ormas |
Guna membedah persoalan secara komprehensif, acara ini menghadirkan lima narasumber ahli dari berbagai instansi lintas sektoral. Para narasumber tersebut meliputi Kepala Kantor Kemenag Sintang Hasib Arista, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sintang Igor Nugroho, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sintang Syarif Yasser Arafat, Plt. Sekretaris Badan Kesbangpol Sintang Ahmad Ridwan, serta Penyuluh Hukum Setda Sintang Rosalia Susanti Situmorang.
Dalam sesi paparannya, Kadis Kominfo Kabupaten Sintang, Igor Nugroho, secara khusus membedah materi terkait literasi digital cerdas untuk memitigasi hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di ruang siber. Kadis Kominfo menekankan pentingnya penguasaan empat pilar literasi yakni etika, budaya, keterampilan, dan keamanan digital serta mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada dalam menjaga kerahasiaan data finansial seperti kata sandi (PIN) dan kode One Time Password agar terhindar dari maraknya penipuan siber bermodus undian palsu.
"Penting bagi kita menguasau empat pilar literasi yaitu etika, budaya, keterampilan dan keamanan digital, juga tetap menjaga data pribadi seperti PIN kode OTP," ujar Igor.
Kegiatan strategis ini dilaksanakan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi arus informasi yang cepat agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang membawa sentimen SARA atau politik identitas yang bertujuan memecah belah daerah. (ril/din)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....