Masyarakat Dayak Kebahan Resmi Luncurkan Sekolah Adat
- 06 Jul 2026 14:55 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Menghadapi arus modernisasi yang kian deras, Masyarakat Adat Telaga Padong Buket Dayak Kebahan di Desa Merah Arai, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, menorehkan sejarah baru. Mereka secara resmi meluncurkan Sekolah Adat Dayak Kebahan sebagai benteng utama pelestarian identitas dan kebudayaan leluhur, Selasa, 30 Juni 2026.
Peluncuran sekolah adat ini menjadi momen puncak dari rangkaian ritual Pegowai Tutop Tahun Peuma yang mengusung tema "Merajut Warisan Dayak Kebahan untuk Indonesia Berbudaya." Prosesi peresmian berlangsung sakral dan meriah. Rombongan tamu disambut melalui tradisi Pagar Ompong dan diarak menuju Balai Adat. Usai penandatanganan prasasti, masyarakat menggelar ritual tolak bala dengan berjalan mengelilingi kampung sambil membawa gong serta alat pertanian. Ritual ini diakhiri dengan prosesi nyengkolan batu dan makan siang bersama bertajuk berontang panjang, menyajikan hidangan khas Kelopok dan Tekala dengan konsep beutong yang melambangkan keadilan dan persaudaraan.

Ketua Sekolah Adat Dayak Kebahan, M. Darmansyah, memaparkan bahwa sekolah ini dibentuk untuk menghidupkan kembali tradisi yang mulai pudar.
"Sekolah adat ini bertujuan mengangkat kembali tradisi yang mulai hilang, seperti seni tari, anyaman, kerajinan tangan, hingga pengetahuan pengobatan tradisional. Semua itu memiliki nilai budaya, ekonomi, dan kesehatan yang perlu diwariskan," tegas Darmansyah.
Tokoh pemuda Dayak sekaligus penggagas berdirinya sekolah ini, Noven Honarius, meyakini bahwa pendidikan adat adalah kunci pembentukan karakter generasi muda.
"Melalui Sekolah Adat, generasi muda Dayak Kebahan diharapkan memiliki arah hidup yang jelas. Ini menjadi jembatan untuk menjaga norma agar mereka tidak terjerumus ke dalam budaya hura-hura, penyalahgunaan minuman keras, narkoba, maupun tindakan kriminal lainnya di tengah perkembangan zaman," ujar Noven.
Inisiatif mandiri masyarakat ini mendapat apresiasi dari pemerintah. Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat, Juliadi, menilai kebudayaan Dayak Kebahan masih sangat autentik dan berharap sekolah ini bisa menjadi model percontohan pelestarian budaya berbasis masyarakat bagi komunitas adat lainnya di Kalimantan Barat.
Dukungan serupa datang dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, yang mendorong agar kurikulum Sekolah Adat bisa disinergikan dengan pendidikan formal.
"Kita dorong agar ini bisa masuk melalui muatan lokal di sekolah-sekolah, sehingga memperkuat pendidikan karakter, sejarah, bahasa, dan seni budaya Dayak Kebahan sejak dini," ungkap Herkolanus Roni.
Gagasan pendirian Sekolah Adat ini dipelopori oleh M. Darmansyah, Khairil, Noven Honarius, dan Kepala Desa Merah Arai, Martinus, yang memastikan Pemerintah Desa akan memberikan dukungan penuh agar lembaga pendidikan lintas generasi ini terus berkembang. (Kha/arf)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....