Bupati Melawi Dorong Gawai Dayak Jadi Daya Tarik Wisata

  • 01 Jun 2026 18:17 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Melawi - Pemerintah Kabupaten Melawi memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak ke-XVIII Kabupaten Melawi Tahun 2026 yang digelar di Stadion Raden Temenggung Setia Pahlawan, Nanga Pinoh, pada 28 hingga 31 Mei 2026.

Kegiatan budaya tahunan tersebut dinilai menjadi salah satu wujud nyata komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Dayak di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa mengatakan pelaksanaan Gawai Dayak yang telah memasuki tahun ke-18 menunjukkan konsistensi masyarakat adat dalam mempertahankan identitas budaya lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.

“Tahun ini adalah pelaksanaan Gawai Dayak yang ke-XVIII, menandai perjalanan panjang kita dalam menjaga budaya lokal di tengah arus modernisasi. Tentu kegiatan ini bukan sekadar seremonial saja,” kata Dadi.

Menurutnya, Gawai Dayak memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah perayaan budaya. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat jati diri, mempererat persatuan, sekaligus mewariskan nilai-nilai adat dan budaya kepada generasi muda agar tetap lestari di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Dadi juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Melawi yang telah bekerja keras mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan hingga berjalan dengan sukses. Ia menilai keberhasilan pelaksanaan Gawai Dayak tidak terlepas dari kerja sama dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat.

Lebih lanjut, Dadi menegaskan, Kabupaten Melawi memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan menjadi aset penting yang harus dijaga bersama. Keberagaman adat istiadat, bahasa daerah, kesenian, serta tradisi yang dimiliki masyarakat menjadi kekuatan dalam membangun identitas daerah.

“Kabupaten Melawi memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, keberagaman adat, bahasa, seni, dan tradisi. Saya juga berharap kegiatan ini dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu memperkenalkan Kabupaten Melawi secara lebih luas,” ucapnya.

Menurut Dadi, pelestarian budaya juga dapat berjalan beriringan dengan pembangunan sektor pariwisata. Melalui kegiatan budaya seperti Gawai Dayak, masyarakat luar dapat mengenal lebih dekat potensi budaya yang dimiliki Melawi sehingga berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia berharap Gawai Dayak tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

“Mari kita jadikan Gawai Dayak ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, menjaga adat dan tradisi serta membangun Kabupaten Melawi yang maju, harmonis, dan berbudaya,” tuturnya.

Pekan Gawai Dayak ke-XVIII Kabupaten Melawi Tahun 2026 menampilkan berbagai kegiatan budaya, seni tradisional, pameran produk lokal, serta pertunjukan yang menggambarkan kekayaan budaya Dayak. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk terus mencintai, menjaga, dan mengembangkan warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah dan bangsa. (Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....