Warga Ensaid Panjang Desak Penetapan Hutan Adat Bukit Rentap
- 26 Jun 2026 08:01 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Upaya menemukan model pengelolaan ekologi terbaik di Desa Ensaid Panjang terus bergulir. Sebuah kajian data sosial ekonomi dan ekologi kini sedang aktif dilaksanakan di desa tersebut, dipimpin oleh konsultan independen yang didukung NGO Uncin Batu.
Konsultan independen, Sukur, menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan akan menjadi pijakan penting dalam menyusun rencana pembangunan berkelanjutan bagi desa ke depan.
"Data-data ini semuanya nanti adalah untuk mencari model pengelolaan terbaik dari sisi ekologi, ekonomi, dan sosial bagi pembangunan Desa Ensaid Panjang, terutama untuk kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi," terang Sukur kepada warga di Rumah Betang.
Ia meminta warga mengisi kuesioner yang telah dibagikan secara jujur, karena hasilnya akan menjadi dasar efektivitas program bantuan yang dirancang ke depan.
| Baca juga: Peternak Lokal Kewalahan Siapkan Sapi Kurban |
Di sela diskusi tersebut, Kepala Desa Ensaid Panjang, Fransiskus Heri, menyuarakan satu tuntutan besar warga desa, yaitu percepatan proses penetapan status Hutan Adat untuk kawasan Bukit Rentap.
"Kalau di Bukit Rentap, statusnya belum ada. Waktu mengajukan skema kemarin, kita memang meminta status hutan adat. Tapi ini masih dalam proses, jadi kami minta bantuan Uncin Batu untuk memfasilitasi kami," ujar Fransiskus Heri.
Sinergi antara warga desa, NGO, media, dan instansi pemerintah seperti DLH mencerminkan bahwa agenda pelestarian lingkungan di Kabupaten Sintang kini bergerak lebih solid melalui semangat gotong royong. (Arf)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....