TP PKK Sintang Dukung TPS3R Jadi Pusat Edukasi Pengelolaan Sampah
- 18 Jun 2026 06:28 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sintang, Hermina Herkulanus Bala, bersama pengurus Kelompok Kerja (Pokja) IV melaksanakan kunjungan kerja ke fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) atau Rumah Pemulihan Sampah di Kelurahan Akcaya 1. Kunjungan ini bertujuan untuk mendukung implementasi salah satu dari 10 program pokok PKK, yakni Kelestarian Lingkungan Hidup, sekaligus mendorong pemanfaatan daur ulang sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat.
Dalam tinjauannya, Ketua TP PKK Kab. Sintang mengapresiasi keberadaan fasilitas tersebut yang dinilai sangat krusial dalam mengatasi persoalan sampah visual di lingkungan masyarakat. Ia berharap pengelolaan persampahan ini dapat terus berkembang melalui sinergi yang solid antara pengelola TPS, pihak kelurahan, dan Pemerintah Kabupaten Sintang.
"Saya sangat mengapresiasi TPS3R di Kelurahan Akcaya 1 ini, semoga TPS ini dapat mengatasi persoalan sampah dilingkungan masyarakat serta pengelolaan ini dapat terus berkembang," ujar Hermina Bala.
Menyambut baik arahan tersebut, Lurah Akcaya Vercelly Vianney, menyatakan kesiapannya menjadikan TPS3R Akcaya sebagai proyek percontohan daerah dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor guna mengedukasi warga agar tertib memilah sampah langsung dari rumah.
"Kami dari kelurahan Akcaya siap menjadikan TPS3R Akcaya sebagai proyek percontohan dan kami membuka ruang kolaborasi kepada semua pihak dalam pengelolaan sampah," ujar Vercelly.
Penanggung Jawab TPS3R Kelurahan Akcaya, Bayu Mustari, mengungkapkan bahwa kunjungan jajaran TP-PKK ini menjadi momentum strategis untuk menjadikan fasilitas tersebut sebagai pusat edukasi persampahan publik. Bayu menekankan bahwa pengelolaan sampah mandiri tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru dengan perputaran ekonomi yang menjanjikan.
"Dengan adanya kunjungan TP PKK ini menjadi momen strategis untuk mengedukasi persampahan publik, semoga pengelolaan ini berpotensi dalam pembukaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi yang menjanjikan," ujar Bayu Mustari.
Melalui pemilahan terpadu, sampah kering dapat didaur ulang, sampah basah diolah menjadi pakan ternak, dan residu Refuse Derived Fuel (RDF) dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk sektor industri, sehingga meminimalisasi penumpukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). (ril/din)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....