Bupati Sintang Tegaskan Karhutla Tanggung Jawab Bersama

  • 12 Jun 2026 14:35 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang menegaskan komitmennya dalam mencegah dan mengendalikan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penguatan Sinergi Satuan Tugas (Satgas) Karhutla di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Kamis, 11 Juni 2026.

Rapat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi langkah awal memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala menegaskan upaya pencegahan Karhutla bukan sekadar menjalankan instruksi dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam dan aset daerah.

“Dalam rapat koordinasi persiapan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan ini, kita tentu tidak sekadar menindaklanjuti pertemuan di tingkat nasional maupun tingkat provinsi. Lebih daripada itu, ini merupakan tanggung jawab kita kepada alam kita, kepada lahan dan hutan kita,” ujar Bala.

Menurutnya, hutan dan lahan merupakan aset penting yang harus dijaga keberlangsungannya karena tidak hanya menjadi penopang kehidupan masyarakat, tetapi juga menopang berbagai aktivitas ekonomi, termasuk sektor perkebunan dan kehutanan.

“Di sana tentu ada aset kita semua. Aset dari perkebunan dan hutan yang perlu kita lindungi. Jadi kita lebih memikirkan tanggung jawab itu, keberlangsungan alam ini ketimbang hanya menjalankan perintah yang diinstruksikan dari atas sampai ke bawah,” katanya.

Bupati menjelaskan rapat koordinasi tersebut juga menjadi forum untuk mengevaluasi berbagai data dan kondisi lapangan yang berkaitan dengan potensi Karhutla di Kabupaten Sintang.

Evaluasi tersebut meliputi pemantauan titik panas (hotspot), kondisi cuaca, kondisi lahan, hingga tingkat kerawanan wilayah berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan evaluasi terhadap kejadian Karhutla yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya sebagai bahan pembelajaran dalam menentukan langkah penanganan yang lebih efektif.

“Evaluasi kejadian dan historis penanganan karhutla di masa lampau penting dilakukan agar kita lebih bijak dalam mengambil langkah dan tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat,” ucapnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap seluruh pihak memiliki kesadaran yang sama bahwa menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Sta)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....