Ratusan Prajurit Yonif 642 Kapuas ke Papua, Bupati Sintang Doakan Keselamatan

  • 11 Agt 2026 19:05 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Sebanyak 460 prajurit Batalyon 642 Kapuas resmi diberangkatkan menuju Papua untuk menjalankan tugas operasi pengamanan wilayah perbatasan.

Keberangkatan pasukan tersebut dilepas langsung oleh Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala di Markas Batalyon 642 Kapuas, Kabupaten Sintang, pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Dalam prosesi pelepasan tersebut, Bupati Sintang didampingi Komandan Batalyon 642 Kapuas Letkol Inf Jefry M. Tampubolon, Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, serta sejumlah anggota Forkopimda Kabupaten Sintang.

Suasana pelepasan berlangsung penuh haru dan kebanggaan.Ratusan keluarga prajurit turut hadir di Lapangan Batalyon 642 Kapuas untuk memberikan dukungan serta doa sebelum para prajurit berangkat menuju daerah penugasan.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan pesan dan doa kepada seluruh prajurit yang akan menjalankan tugas.Dengan menggunakan handy talky milik Komandan Batalyon 642 Kapuas, Bupati berharap seluruh personel diberikan perlindungan selama berada di daerah operasi.

“Saya berdoa dan berharap juga, yang berangkat dan pulang kembali ke Sintang, jumlahnya sama. Semuanya kembali dalam keadaan sehat,” harap Bupati Sintang.

Pesan tersebut menjadi bentuk dukungan moral pemerintah daerah kepada para prajurit sekaligus harapan agar seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat.

Keberangkatan Personil dari Batalyon 642 Kapuas menuju Papua merupakan bagian dari pelaksanaan tugas operasi satuan tugas pengamanan perbatasan serta pengamanan wilayah di kawasan perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini.

Dalam penugasan tersebut, para prajurit memiliki sejumlah tugas penting salah satunya adalah melakukan penjagaan wilayah perbatasan sekaligus membantu memastikan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Personel juga bertugas mengamankan patok-patok batas negara agar tetap terjaga serta melakukan pemantauan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah perbatasan.

Selain tugas pengamanan, prajurit juga memiliki peran dalam membantu menjaga stabilitas keamanan bersama Polri dan aparat setempat.

Kehadiran personel di daerah operasi diharapkan dapat membantu mencegah berbagai potensi ancaman keamanan, termasuk aktivitas kelompok yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.

Prajurit diharapkan dapat hadir di tengah masyarakat, khususnya warga di wilayah pedalaman, serta membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui kegiatan sosial, pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Personel juga memiliki tanggung jawab membantu mencegah aktivitas ilegal di kawasan perbatasan, seperti penyelundupan barang maupun pelintas batas secara ilegal.

Dengan berbagai tugas tersebut, keberangkatan 460 prajurit Batalyon 642 Kapuas menuju Papua menjadi momentum penting dalam pengabdian kepada negara.

Dukungan pemerintah daerah, keluarga dan masyarakat menjadi kekuatan moral bagi para prajurit dalam menjalankan tugas.

Seluruh keluarga yang hadir pun mengiringi keberangkatan dengan doa dan harapan agar para prajurit dapat menjalankan amanah dengan baik, menjaga kehormatan satuan, serta kembali ke Sintang dalam keadaan sehat dan lengkap. (ril/ram)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....