BMKG: Warga Sintang Perlu Diedukasi Hadapi Bencana Gempa
- 15 Apr 2026 08:30 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian mencatat dalam kurun 5 tahun terakhir di Kabupaten Sintang sudah terjadi 7 kali gempa bumi.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian Dharmawan Wahyu Adhi mengatakan, bencana alam gempa bumi sejak terjadi 27 Maret 2019 dengan pusat gempa di Kelam Permai, 22 Februari 2020 di Ketungau Hilir dan selanjutnya sepanjang 2026 sudah terhadi 5 kali gempa di Kelam Permai dan Kayan Hilir.
Menurutnya karakteristik gempa bumi di Sintang berdasarkan magnitude, termasuk gempa menengah karena 3-5 SR dan dangkal. Titik pengamatan gempa sudah ada di Kabupaten Sintang sehingga 3 menit setelah gempa. Informasi nya langsung bisa di bagikan ke public.
Ia menghimbau khusus masyarakat Kecamatan Sintang, Ketungau Hilir, Kelam Permai dan Kayan Hilir untuk mulai mewaspadai bencana alam gempa bumi.
“Mengapa harus waspada, karena gempa bumi belum dapat diprediksi waktunya kapan, durasi gempa sangat singkat atau hitungan detik, memiliki variasi parameter, dampaknya berbeda-beda tergantung lokasi, dan berpotensi berulang kembali,” terang Dharmawan Wahyu Adhi saat melakukan sosialisasi di pendopo rumah jabatan bupati Sintang, selasa (15/4/2026).
“Warga Kabupaten Sintang perlu melakukan beberapa hal seperti membangun bangunan tahan gempa, siapkan tas siaga bencana, memperkuat edukasi dan simulasi, saat gempa terjadi jika dalam bangunan agar melindungi kepala, cari lapangan terbuka dan jika sedang berkendara, langsung minggir dan berhenti. Waspada gempa susulan, periksa keadaan dan informasi resmi,” jelas Dharmawan Wahyu Adhi (fik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....