Pemda Sintang Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi

  • 14 Apr 2026 09:51 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID , SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Gempa Bumi bertempat di Pendopo Bupati Sintang pada Selasa, 14 Arpil 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI/Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli yang hadir mewakili Bupati Sintang.

Sosialisasi ini diinisiasi untuk merespons rentetan kejadian gempa bumi yang melanda wilayah Sintang baru-baru ini. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengungkapkan bahwa Sintang yang biasanya bergelut dengan bencana tahunan seperti banjir dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kini harus mulai beradaptasi dengan ancaman gempa bumi.

Tercatat, gempa bumi telah terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sintang dan Kayan Hilir, yang rentetannya terjadi pada bulan Januari hingga 13 Maret lalu di wilayah Nyangkong, Jaya Sakti, dan Tanjung Puri. Fenomena alam tersebut bahkan mengakibatkan sejumlah kerusakan pada bangunan dan jembatan.

"Bencana gempa bumi bukan hal yang baru bagi kita, tapi sangat baru bagi Sintang, Kalimantan Barat. Oleh karena itu, kami merasa penting dilakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar dan tidak menimbulkan kepanikan atau ketakutan yang berlebihan," jelas perwakilan BPBD dalam laporannya.

Kegiatan edukasi yang dilangsungkan selama satu hari ini menghadirkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sintang sebagai narasumber tunggal. BMKG diharapkan dapat memberikan penjelasan ilmiah yang komprehensif mengenai penyebab seringnya terjadi gempa di wilayah Kalimantan akhir-akhir ini, padahal pulau ini secara geografis jauh dari keberadaan gunung berapi.

Selain membahas mitigasi gempa bumi, BPBD Sintang dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan mengenai potensi bencana lainnya. Merujuk pada hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Karhutla di Jakarta pada 7 April lalu, BMKG memprakirakan puncak El Nino dan kemarau ekstrem akan terjadi pada bulan Agustus 2026, sehingga kesiapsiagaan lintas sektoral harus terus ditingkatkan. (Arf)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....