Bupati Sintang Tegur Pertamina Soal Kelangkaan BBM di Sintang

  • 14 Feb 2026 07:48 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala menegur jajaran Pertamina atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Sintang yang terjadi 4 hari terakhir dan meminta Pertamina untuk segera melakukan langkah cepat.

Permintaan tersebut disampaikan Bupati Sintang saat memimpin Rapat Koordinasi High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sintang tahun 2026 jelang Hari Besar Keagamaan Nasional Imlek, Ramadan dan Idulfitri di Pendopo Bupati Sintang, Jumat, 13 Februari 2026.

Hadir pada rakor tersebut Fuel Terminal Manager Sintang, Rizky Firmansyah dan SBM Fuel II Kalbar PPN, Muhammad Bisma Abdillah.

Fuel Terminal Manager Sintang, Rizky Firmansyah menjelaskan memang stok Pertalite dan Pertamax menipis di Depot Pertamina Sintang yang disebabkan oleh kapal tugboat Pertamina yang membawa BBM hanya bisa sampai Sanggau dan tidak bisa sampai Sintang karena pendangkalan air Sungai Kapuas yang disebabkan debit air yang berkurang.

“Sehingga memaksa SPBU yang ada mengambil BBM menggunakan truk tangki ke Pontianak. Kita sudah ajukan membangun supply point di Sanggau tetapi belum bisa, seandainya supply point di Sanggau sudah beroperasi, dalam kondisi kemarau, SPBU bisa ambil BBM di Sanggau, bukan di Pontianak,” kata Rizky Firmansyah.

Mendengarkan hal tersebut, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala menyesalkan supply point di Sanggau belum dibangun, padahal musim kemarau ini sering terjadi.

“Dangkalnya Sungai Kapuas ini bukan hal baru, sehingga seharusnya pengajuan supply point di Sanggau sudah dilakukan sejak lama. Saya minta Pertamina lebih keras berusaha untuk bisa membangun supply point di Sanggau dan kalau masalah kondisi air Sungai Kapuas, semua sudah tahu dan ini sering terjadi. Seharusnya sudah ada langkah antisipasi sejak lama,” ujar Bupati Sintang.

Bupati berharap, kelangkaan BBM ini tidak terjadi lagi dan Pertamina memilik strategi jika terjadi curah hujan berkurang yang menyebabkan debit air Sungai Kapuas semakin dangkal. Menurutnya, musim kmarau seperti ini setiap tahun terjadi, sehingga sudah seharusnya pihak Pertamina menyiapkan strategi untuk mengantisipasi keterlambatan distribusi BBM ke Sintang.

"Ke depan, kalau seminggu tidak ada hujan, langsung siapkan langkah antisipasi. Jangan menunggu kemarau lama baru sibuk. Sebenarnya, ada elemen masyarakat yang mau demo, tapi saya tahan dulu. Saya bilang jangan dulu karena saya ingin selalu menjaga semuanya, hanya saja, saya kan memiliki keterbatasan untuk menahan orang untuk demo. Saya akan jaga reputasi Bapak-bapak di Pertamina juga,” kata Bupati dengan nada tinggi.

Bupati menambahkan, dengan kelangkaan BBM ini, antrian masyarakat panjang bisa sampai 1 hingga 2 jam. Selain itu, proses ekonomi tidak bisa bergerak, sehingga akan menimbulkan banyak kerugian.

"Jadi saya mohon Pertamina, kalau ada barang yang harus disyaratkan kepada kami sebagai pemerintah di Sintang, sampaikan. Kami siap penuhi. Asal BBM lancar. Termasuk persyaratan agar supply point di Sanggau diaktifkan atau dibangun. Saya siap bantu,” ucap Bupati Sintang. (Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....