Komunikasi Ramadan,Syarat Taubat,
- 23 Feb 2026 11:35 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID - Sintang, Umat Muslim diajak menjadikan momentum bulan suci Ramadhan sebagai sarana untuk mendekatkan diri dan bertaubat atas segala kesalahan yang telah diperbuat di hadapan Allah SWT. Ajakan tersebut disampaikan Ustadz Bahrul Ulum saat menyampaikan tausyah singkat bertemakan Syarat Taubat dalam program Komunikasi Ramadhan (KORMA) di studio Pro 1 RRI Sintang Minggu, 22 Februari 2026.
Dalam tausiahnya, Ustadz Bahrul Ulum menegaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan dan rahmat. Ia menyampaikan bahwa barang siapa yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Momentum ini, menurutnya, hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin oleh setiap Muslim untuk memperbaiki diri.
“Mari kita jadikan moment bulan ramadhan ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri bertaubat atas kesalahan apa yang telah diperbuat dihadapan Allah SWT. dalam bulan suci ramadhan ini barang siapa yang berpuasa Allah akan ampunkan dosa-dosanya yang telah lewat”. Katanya.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa tidak semua dosa secara otomatis diampuni tanpa adanya kesungguhan dari pelakunya. Menjawab pertanyaan terkait apakah dosa-dosa besar turut diampuni hanya dengan berpuasa, ia menegaskan bahwa dosa besar memerlukan taubat yang sungguh-sungguh. Para ulama, katanya, sepakat bahwa dosa besar harus disertai dengan taubat sebagai bentuk penyesalan dan perbaikan diri.”Apakah dosa-dosa besar akan diampuni maka tidak jawabannya. Kata para ulama dosa besar perlu adanya taubat”. Ucapnya.
| Baca juga: KORMA: Hukum Main Game saat Puasa |
Lebih lanjut, ia memaparkan tiga ciri utama taubat yang paling menonjol. Pertama, adanya penyesalan yang mendalam dalam diri atas dosa yang telah dilakukan. Kedua, segera meninggalkan perbuatan dosa tersebut. Ketiga, adanya azam atau tekad yang kuat dalam diri untuk tidak mengulangi dosa itu kembali di masa mendatang. Ketiga hal ini menjadi syarat penting agar taubat diterima oleh Allah SWT.
“Diantara ciri-ciri taubat yang paling menonjol diantaranya ada 3, yang pertama adalah harus adanya penyesalan dalam diri kita yang kedua meninggalkan dosa yang kita lakukan seketika trus ada azam dari diri kita ada niatan dari diri kita untuk tidak lagi melakukan dosa itu”. Jelasnya.
Sebagai penutup, Ustadz Bahrul Ulum mengutip sabda Rasulullah SAW yang artinya setiap anak Adam pasti pernah berbuat keliru, dan sebaik-baiknya orang yang keliru adalah mereka yang bertaubat kepada Allah SWT. Melalui pesan tersebut, ia mengajak seluruh umat Islam untuk tidak menunda taubat dan menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.RMD
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....