Bubur Ayak, Kuliner Tradisional Melayu Sambas yang Sarat Makna Kebersamaan

  • 25 Agt 2026 15:56 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Kalimantan Barat tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya, tetapi juga beragam kuliner tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah bubur ayak, makanan khas masyarakat Melayu Sambas yang memiliki cita rasa manis dan gurih serta cara pembuatan yang cukup unik.

Bubur ayak dibuat dari bahan sederhana, terutama tepung beras, santan, gula kelapa atau gula merah, garam dan air. Dalam beberapa penyajian, bubur ini juga dapat ditambahkan kacang hijau, bahkan durian untuk memberikan cita rasa dan aroma yang lebih khas.

Nama bubur ayak berasal dari proses pembuatannya. Adonan tepung yang telah disiapkan diletakkan di atas ayakan atau alat berlubang, kemudian ditekan hingga adonan jatuh dalam bentuk butiran atau potongan kecil ke dalam kuah santan yang sedang dimasak. Bentuknya sekilas menyerupai cendol, tetapi bubur ayak memiliki karakter rasa dan tekstur tersendiri.

Kuah santan yang dipadukan dengan gula merah menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih. Teksturnya lembut dan kenyal sehingga membuat bubur ayak menjadi sajian yang sederhana, tetapi tetap menggugah selera.

Bagi masyarakat Melayu Sambas, bubur ayak tidak hanya berkaitan dengan urusan makanan. Kuliner ini juga memiliki hubungan dengan tradisi dan kebersamaan keluarga.

Dalam catatan mengenai upacara tradisional masyarakat Kalimantan Barat, bubur ayak disebut sebagai salah satu sajian dalam rangkaian tapung tawar. Bubur tersebut disantap bersama anggota keluarga dan kerabat yang masih berada di rumah setelah rangkaian kegiatan selesai. Bahkan, bubur ayak disebut sebagai perlambang seisi rumah.

Sumber lain mengenai kuliner tradisional Melayu Sambas juga mencatat bahwa bubur ayak dapat disantap dalam keseharian maupun dalam berbagai acara.

Hal tersebut menunjukkan bahwa makanan tradisional kerap memiliki nilai lebih dari sekadar rasa. Di balik semangkuk bubur ayak, terdapat cerita mengenai keluarga, tradisi, gotong royong dan kebersamaan masyarakat Sambas.

Di tengah semakin banyaknya makanan modern, keberadaan kuliner tradisional seperti bubur ayak menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah. Pengenalan kepada generasi muda dapat menjadi salah satu cara agar makanan tradisional ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat yang lebih tua.

Bubur ayak juga memiliki peluang untuk diperkenalkan melalui kegiatan kuliner, festival budaya maupun media sosial dengan tetap mempertahankan karakter dan cara pengolahannya.

Sumber :

https://budaya-indonesia.org/Bubur-Ayak-Khas-Sambas?utm_source

https://repositori.kemendikdasmen.go.id/13409/1/UPACARA%20TRADISIONAL%20DAERAH%20KALIMANTAN%20BARAT.pdf?utm_source

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....