Mengenal Bibimbap Makanan Khas Korea
- 11 Agt 2026 10:18 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Bibimbap adalah salah satu hidangan Korea yang paling representatif. Biasanya dimakan dengan berbagai sayuran, telur, dan bumbu seperti pasta cabai merah, kecap, dan minyak wijen. Selain makanan musiman, ada varian yang juga disajikan dengan bahan seperti daging sapi mentah dan kimchi. Bibimbap, yang juga termasuk dalam menu penerbangan dari berbagai maskapai di seluruh dunia, disukai oleh banyak orang sebagai hidangan sederhana dan dapat diandalkan yang dapat dinikmati semua orang.
Salah satu alasan utama hidangan tradisional ini telah dicintai oleh orang Korea selama waktu yang lama adalah karena keuntungannya yang sederhana dan mudah dibuat. Mencampur nasi dengan berbagai lauk dan bahan yang sudah Anda miliki di rumah tidak hanya menjamin hidangan yang lezat dan segar, tetapi juga memberikan sisa makanan yang luar biasa. Tentu saja, manfaat utamanya adalah sangat mudah untuk disiapkan! Bahan umum termasuk zucchini dan wortel tumis, tauge rebus dan dibumbui, pakis, dan selada atau salad lobak.
Terkadang, menambahkan bahan seperti daging sapi mentah dan/atau telur benar-benar dapat membuatnya lebih istimewa. Mencampurnya dengan minyak wijen, pasta cabai merah, atau kecap menambah sentuhan akhir. Bibimbap adalah makanan sehat dengan banyak sayuran, sedikit daging, telur, dan minyak wijen. Ini mengandung semua makronutrien: karbohidrat, protein, dan lemak.
Bibimbap biasanya disajikan dalam mangkuk logam, meskipun versi 'dolsot' dinamai berdasarkan panci batu yang dipanaskan tempat hidangan ini disajikan. Berasal dari periode Tiga Kerajaan (57 SM hingga 668 M) dari panci yang digunakan untuk memasak nasi di atas arang pada abad-abad sebelumnya, khususnya untuk keluarga kerajaan, gaya bibimbap ini lebih merupakan spesialisasi restoran daripada hidangan rumahan. Teknik ini hampir menghilang selama pendudukan Jepang (1910-1945), tetapi diperkenalkan kembali di restoran pada tahun 1960-an. Pengemasan ulang bibimbap dengan cara ini dipandang sebagai cara untuk membalikkan penurunan jumlah pelanggan setelah Perang Korea.
Hidangan ini menggabungkan lima rasa yang menciptakan keseimbangan dalam makanan tradisional: asin, manis, pedas, asam, dan pahit, serta konsep obangsaek. Konsep obangsaek sendiri mencakup lima warna khas masakan Korea: merah, hijau atau biru, kuning, putih, dan hitam. Warna-warna ini melambangkan lima elemen (api, kayu, tanah, logam, dan air) dan lima posisi utama yang berkaitan dengan kompas (selatan, timur, tengah, barat, dan utara). Warna-warna ini juga dikatakan sesuai dengan lima organ utama tubuh: jantung, hati, lambung, paru-paru, dan ginjal.
Dalam kategori luas ini, terdapat banyak ruang untuk variasi. Nasi putih butir pendek yang umum dan menjadi pusat dari banyak hidangan Korea dapat digantikan dengan jelai, millet, atau kombinasi biji-bijian dan kacang-kacangan. Daging sapi (makanan 'merah') dapat dibumbui dan ditumis, atau disajikan sebagai tartare, tetapi irisan daging babi juga merupakan pilihan populer, begitu pula ikan mentah atau berbagai makanan laut. Namun, mungkin juga tidak ada daging atau ikan sama sekali. Sedangkan untuk telur, ini bisa digoreng saja, atau putih dan kuning telur dapat dimasak secara terpisah agar warnanya tetap berbeda. Atau, jika menggunakan dolsot (batu penggorengan), telur dapat ditambahkan mentah, karena akan matang saat diaduk ke dalam bahan-bahan yang tetap panas oleh batu tersebut.
Resep
Cara termudah untuk menyiapkan semua bahan resep ini adalah dengan menumisnya terlebih dahulu, lalu menumis semuanya secara berurutan dalam wajan yang sama, membersihkan wajan di antara setiap bahan dan menyisihkan setiap bahan setelah matang. Nasi sebaiknya disajikan panas, tetapi toppingnya bisa dalam suhu ruangan. Perlu dicatat, pakis terlihat cokelat dan berserat dan dapat ditemukan yang sudah siap di bagian toko makanan siap saji. Jika menggunakan pakis kering, rendam dalam air setidaknya selama satu jam untuk mengembalikan teksturnya. Waktu: 1 jam 30 menit Porsi: 5
Bahan-bahan
½ kg daging sapi rib eye (atau bulgogi) iris
1 sdt kecap asin 1 sdt minyak wijen
1 sdt gula
8 siung bawang putih
½ sdt lada hitam bubuk
500 g tauge kedelai atau tauge kacang hijau
7 sdm minyak sayur
3 ½ sdt garam
500 g bayam, dipangkas
10 jamur shiitake atau jamur lainnya, diiris (jika menggunakan jamur kering, rendam dalam air selama sekitar 1 jam sebelum diiris)
2 buah zucchini ukuran sedang, dipotong julienne
250 g pakis, dicincang kasar
2 buah wortel ukuran sedang, dipotong julienne
1 kg nasi putih matang, untuk disajikan
5 butir telur, digoreng, untuk disajikan
5 tangkai bunga daisy (opsional), untuk disajikan
Untuk yangnyeom gochujang (pasta cabai berbumbu)
4 sdm pasta cabai gochujang
2 siung bawang putih, cincang
2 sdm minyak wijen sangrai 1 sdm kecap asin
2 sdt gula atau sirup malt Korea 2 sdt biji wijen sangrai (opsional)
1 batang daun bawang, cincang (opsional)
Sumber Refrensi Utama : https://www.nationalgeographic.com/
https://creatrip.com/id/news/8937?srsltid=AfmBOoqHZeWARGfIRFzi40yQQG0_6x3EsP5kHLZWHVd5_oi0GO9X5DDF
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....