Sejarah Kue Keranjang

  • 15 Feb 2026 17:03 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Kue keranjang, atau yang secara internasional dikenal sebagai Nian Gao, merupakan hidangan ikonik yang tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek. Berasal dari tradisi Tiongkok kuno yang diyakini telah ada sejak zaman Dinasti Zhou, kue ini awalnya berfungsi sebagai sesaji religius untuk Dewa Dapur. Seiring berjalannya waktu, keberadaannya bertransformasi menjadi kuliner wajib yang menyimbolkan penghormatan terhadap leluhur dan tradisi keluarga.

Di balik rasanya yang manis, tersimpan legenda menarik tentang Dewa Tungku. Konon, kue ini sengaja dibuat lengket dan manis agar Dewa Tungku memberikan laporan yang baik kepada Surga mengenai perilaku sebuah keluarga. Legenda lain juga menyebutkan bahwa kue keranjang merupakan bekal makanan tahan lama bagi masyarakat agraris di masa lalu, sekaligus bentuk penghormatan terhadap strategi jenderal kuno di masa peperangan.

Secara filosofis, nama Nian Gao memiliki pelafalan yang mirip dengan kata "tahun yang lebih tinggi". Hal ini dimaknai sebagai harapan akan kemakmuran, keberuntungan, dan peningkatan rezeki yang terus menanjak setiap tahunnya. Teksturnya yang lengket melambangkan keeratan hubungan antaranggota keluarga, sementara bentuknya yang bulat sempurna menjadi simbol keutuhan serta persatuan yang tak terputus.

Bahan dasar pembuatan kue ini cukup sederhana namun memerlukan kesabaran, yakni perpaduan tepung beras ketan dan gula. Proses pengukusan yang lama memberikan warna cokelat mengkilap dan daya simpan yang luar biasa. Di Indonesia, kue ini berakulturasi dengan budaya lokal dan sering disebut "kue keranjang" karena wadah cetakannya yang menyerupai keranjang bambu, menjadi bukti nyata percampuran budaya yang harmonis.

Kini, kue keranjang tidak hanya dinikmati sebagai sajian ritual di meja sembahyang, tetapi juga menjadi hantaran kasih sayang antar kerabat. Kehadirannya di setiap perayaan Imlek menjadi pengingat bagi setiap orang untuk selalu menjaga kerukunan dan optimisme dalam menyongsong masa depan. Melalui sepotong kue lengket ini, tradisi ribuan tahun tetap hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai simbol harapan yang manis.

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Kue_keranjang

https://richcreme.com/sejarah-kue-keranjang-legenda-mitos-dan-maknanya-dalam-perayaan-imlek/

https://news.detik.com/berita/d-6526389/mengenal-arti-kue-keranjang-dalam-perayaan-imlek-dan-sejarahnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....