Mengapa Tumpeng Tetap Eksis di Era Modern?

  • 16 Agt 2025 20:04 WIB
  •  Sintang

KBRN, Sintang: Tumpeng, nasi berbentuk kerucut yang dikelilingi aneka lauk, telah menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Indonesia selama berabad-abad. Hidangan ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga sarat makna filosofis. Bentuk kerucut tumpeng melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan, sedangkan lauk pauk di sekelilingnya mencerminkan keberagaman dan kebersamaan.

Salah satu alasan tumpeng tetap eksis adalah fleksibilitasnya. Tumpeng dapat disajikan dalam berbagai acara, mulai dari perayaan ulang tahun, syukuran, peresmian, hingga momen kebangsaan seperti Hari Kemerdekaan. Lauk pauk yang menyertainya pun bisa disesuaikan dengan selera dan ketersediaan bahan, tanpa menghilangkan esensi tumpeng itu sendiri.

Selain itu, tumpeng memiliki daya tarik visual yang kuat. Bentuknya yang unik dan warna-warni dari nasi kuning, sayuran, serta lauk pauk membuatnya menjadi pusat perhatian di setiap meja hidangan. Keindahan ini membuat tumpeng tidak hanya digemari secara tradisional, tetapi juga populer di media sosial sebagai ikon budaya yang fotogenik.

Tumpeng juga memiliki kekuatan sebagai simbol pemersatu. Proses memotong dan membagikan tumpeng kepada para tamu melambangkan rasa syukur, kebersamaan, dan penghormatan kepada orang lain. Nilai-nilai ini membuat tumpeng relevan meskipun zaman telah berubah, karena pesan yang disampaikan tetap universal.

Sumber:

Artikel “Sejarah dan Filosofi Tumpeng” – Indonesia.go.id

Artikel “Tumpeng, Tradisi Kuliner yang Tetap Eksis” – Kompas.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....