Fenomena Banjir Ikan di Sintang

  • 07 Agt 2025 14:53 WIB
  •  Sintang

KBRN, Sintang : Fenomena banjir ikan di sungai-sungai sering terjadi saat musim kemarau, Tidak terkecuali di Sintang dan Kapuas Hulu. Masyarakat setempat mendapatkan ikan air tawar dalam jumlah melimpah. Sayangnya, jika tidak cepat diolah, ikan bisa cepat rusak.

Untuk mengantisipasi, para ibu rumah tangga dianjurkan melakukan pemilahan segera. Ikan yang kecil dan tipis seperti lais, seluang atau wader sebaiknya dipisah karena lebih cepat matang dan mudah diawetkan. Proses bersih-bersih mencakup penghilangan isi perut dan sisik agar bau amis bisa diminimalkan.

Metode pengawetan tradisional seperti pengasapan atau pengeringan matahari menjadi pilihan. Teknik ini memungkinkan ikan awet hingga beberapa minggu bahkan berbulan-bulan. Proses pengolahan ikan salai di Kalimantan Barat sudah dilakukan turun-temurun sejak dahulu kala.

Ikan yang diasap ataupun dikeringkan bisa diolah menjadi berbagai masakan, seperti masak pindang, gulai, atau sambal pedas. Agar tekstur tidak keras saat dimakan, ikan asap sebaiknya direndam air panas sejenak sebelum digoreng, lalu digoreng sangat singkat sekitar 15 detik saja sesuai selera.

Dengan langkah-langkah cepat dan cara tradisional tersebut, panen banjir ikan bisa menjadi berkah untuk keluarga.


Sumber :

gempita.co

radarutara.disway.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....