Kutu Kasur Mengganggu Tidur, Kenali Tanda dan Cara Membasminya

  • 30 Sep 2026 20:17 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Kutu kasur merupakan serangga berukuran kecil yang dapat mengganggu kenyamanan saat tidur. Serangga berwarna cokelat kemerahan ini mengisap darah manusia dan biasanya bersembunyi di sela-sela kasur, ranjang, sofa, karpet, hingga berbagai perabot di sekitar tempat tidur.

Kutu kasur dapat berpindah dari satu benda ke benda lainnya sehingga keberadaannya terkadang sulit diketahui. Gigitan serangga ini juga tidak selalu langsung menimbulkan keluhan.

Pada sebagian orang, gigitan kutu kasur dapat menyebabkan munculnya ruam merah dan rasa gatal. Ruam biasanya muncul di bagian tubuh yang terbuka ketika tidur, seperti tangan, lengan, leher, dan wajah. Bekas gigitan dapat terlihat berkelompok dan pada bagian tengahnya terkadang tampak lebih merah.

Namun, tidak semua orang mengalami reaksi yang sama. Sebagian orang bahkan tidak merasakan gejala setelah digigit, sementara sebagian lainnya dapat mengalami reaksi kulit yang lebih berat.

Untuk mengetahui keberadaan kutu kasur, masyarakat dapat memeriksa kondisi kasur dan area di sekitar tempat tidur menggunakan senter. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain adanya bintik hitam pada seprai, kulit atau cangkang kutu yang terlepas, serta bercak darah pada seprai atau selimut.

Telur kutu kasur juga dapat menjadi petunjuk. Telurnya berukuran sangat kecil dan berwarna putih, sehingga biasanya ditemukan dengan memeriksa secara teliti bagian jahitan kasur, bawah bantal, atau celah perabot.

Selain itu, keberadaan kutu kasur terkadang ditandai dengan bau yang tidak sedap. Serangga ini juga dapat bersembunyi di belakang perabot, gorden, lemari, atau bagian lain yang berdekatan dengan tempat tidur.

Jika kutu kasur sudah ditemukan, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi dan membasminya. Seprai dan perlengkapan tidur sebaiknya dicuci menggunakan air panas sesuai petunjuk perawatannya. Kasur dan area sekitar tempat tidur juga perlu dibersihkan secara menyeluruh.

Penggunaan vacuum cleaner dapat membantu mengangkat kutu dan kotoran dari celah kasur maupun lantai. Setelah digunakan, isi atau kotoran dari vacuum sebaiknya segera dibuang ke tempat tertutup agar kutu tidak kembali menyebar.

Insektisida khusus kutu kasur juga dapat digunakan dengan mengikuti petunjuk pada kemasan dan memperhatikan keamanan penggunaannya. Jika infestasi sudah sulit dikendalikan, bantuan tenaga pengendalian hama dapat menjadi pilihan.

Kasur yang sudah terlalu banyak dipenuhi kutu dan sulit dibersihkan mungkin perlu diganti. Masyarakat juga dianjurkan berhati-hati saat membeli kasur atau furnitur bekas karena berpotensi menjadi tempat persembunyian kutu kasur.

Untuk mencegah kutu kasur kembali berkembang, kamar dan tempat tidur perlu dibersihkan secara rutin, termasuk bagian bawah tempat tidur dan celah-celah perabot.

Sementara itu, rasa gatal akibat gigitan dapat ditangani sesuai kondisi kulit. Jika ruam semakin parah, terasa sangat mengganggu, atau muncul tanda infeksi akibat sering digaruk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. (Lin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....