Apakah Mengonsumsi Buah Kering Baik untuk Kesehatan?

  • 09 Sep 2026 14:39 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID , Sintang - Buah kering adalah olahan buah yang telah dihilangkan kandungan airnya. Cukup banyak buah yang bisa dikeringkan, contohnya anggur (kismis), aprikot, apel, nangka, dan mangga. Metode pengeringan buah pun beragam, mulai dari dijemur di bawah sinar matahari, dipanggang dengan oven, hingga menggunakan food dehydrator.

Keunggulan dari metode pengeringan ialah buah menjadi lebih awet dan bisa disimpan lebih lama. Buah kering juga biasanya dijadikan sebagai campuran untuk membuat kue atau berbagai hidangan sehat, seperti oatmeal dan granola. Namun, mengingat proses pengeringannya, buah kering apakah sehat untuk dikonsumsi?

Fakta di Balik Buah Kering

Buah kering tetap kaya nutrisi seperti buah segar kok. Proses pengeringan menjadikan buah kering padat kalori dan kaya akan antioksidan, khususnya polifenol. Bahkan, kandungan serat, vitamin, dan mineral dalam satu porsi buah kering menjadi 3,5 kali lebih banyak daripada buah segar dengan berat yang sama lho.

Namun, memang ada nutrisi yang jumlahnya berkurang akibat proses pengeringan ini, contohnya vitamin C. Buah kering juga mengandung sedikit air karena kandungan airnya sudah hilang. Selain itu, buah kering juga biasanya tinggi gula. Sebagai perbandingan, 100 gram apel segar gulanya hanya 10 gram, sedangkan apel kering dengan berat yang sama kandungan gulanya bisa mencapai 57 gram.

Jadi, buah kering apakah sehat? Bila dikonsumsi secukupnya, yaitu sekitar ¼–½ cangkir per hari, buah kering termasuk makanan yang menyehatkan. Kamu bisa memperoleh beragam nutrisi penting, mulai dari vitamin A dan C, kalsium, zat besi, magnesium, hingga kalium.

Namun, jika berlebihan, otomatis asupan kalori dan gula jadi lebih banyak. Alhasil, konsumsi buah kering malah dapat memicu kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit, seperti diabetes.

Kandungan Nutrisi dalam Buah Kering untuk Kesehatan

Ada banyak jenis buah-buahan kering yang dijual di pasaran dengan nutrisi yang bervariasi. Jenis buah kering yang umum dijual yaitu mangga, nanas, cranberry, pisang, dan apel. Untuk mengetahui apakah buah kering baik untuk kesehatan, kamu perlu mengetahui apa saja kandungan dan jumlah yang ada di dalamnya.

Di dalam secangkir buah kering mengandung kurang lebih:

  • Kalori: 480 gram;

  • Protein: 4 gram;

  • Lemak: 0 gram;

  • Karbohidrat: 112 gram;

  • Serat: 8 gram;

  • Gula: 92 gram.

Secara umum, mikronutrien paling umum yang ditemukan dalam buah kering meliputi vitamin A, vitamin C, kalsium, besi, dan kalium. Buah kering dapat diawetkan lebih lama dibanding buah segar dan dapat menjadi makanan ringan yang praktis, terutama dalam perjalanan jauh.

Mengenai apakan mengonsumsi buah kering baik untuk kesehatan, ternyata ada kelebihan dan kekurangan.

Manfaat Buah Kering

Mikronutrien dalam buah kering dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, yaitu:

  • Kesehatan Mata

Vitamin C dan A telah terbukti bermanfaat dalam mencegah dan memperlambat perkembangan katarak. Vitamin C juga dikaitkan dengan pencegahan degenerasi makula terkait usia.

  • Pencegahan Osteoporosis

Kalsium penting untuk menjaga kesehatan tulang dan mampu mencegah terjadinya osteoporosis. Buah kering yang mengandung kalsium yaitu kiwi.

  • Baik untuk Kesehatan Kehamilan

Diet kaya zat besi terbukti penting untuk kehamilan yang sehat. Selama kehamilan, tubuh perlu menyerap zat besi dalam jumlah besar. Artinya lebih banyak yang harus dikonsumsi daripada biasanya. Cobalah konsumsi aprikot kering untuk tambahan zat besi.

Potensi Risiko Kesehatan dari Mengonsumsi Buah Kering

Untuk hampir semua jenis buah kering, masalah kesehatan bisa muncul berkaitan dengan gula, karbohidrat, dan kalori yang tinggi. Saat mengeringkan buah, kamu memusatkan nutrisi ke dalam porsi yang lebih kecil. Itu artinya kamu makan lebih sedikit buah kering untuk mencapai ambang kalori yang sama dari buah segar.

  • Penambahan Berat Badan

Buah kering mengandung serat yang tinggi, namun kandungan gulanya yang tinggi menyebabkan penambahan berat badan. Buah segar adalah pilihan yang lebih baik.

Kandungan serat dalam buah segar jauh lebih tinggi dibarengi dengan kandungan air yang tinggi. Faktor ini tentunya membantu kamu merasa kenyang lebih cepat, sehingga mengonsumsi lebih sedikit kalori secara keseluruhan.

  • Masalah Diabetes

Pengidap diabetes harus memperhatikan buah kering. Semua buah, segar atau kering, harus diperhitungkan saat akan memakannya. Buah kering sebaiknya hanya dikonsumsi dalam porsi kecil.

Sama seperti kebanyakan makanan lainnya, buah kering memiliki aspek baik dan buruk. Buah kering meningkatkan asupan serat dan nutrisi serta memberikan antioksidan dalam jumlah besar. Di sisi lain, buah kering mengandung tinggi gula dan kalori yang bisa menimbulkan masalah jika dimakan berlebihan.

Sumber Refrensi Utama : https://www.halodoc.com/

https://www.alodokter.com/

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....