Kafein dan Cara Kerjanya di dalam Tubuh
- 31 Agt 2026 15:51 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Kafein adalah zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi manusia di seluruh dunia. Ditemukan dalam kopi, teh, cokelat, minuman energi, dan berbagai produk lainnya, zat ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat dengan cara yang cukup unik di antara senyawa kimia yang ada.
Mengutip ThoughtCo, nama ilmiah kafein adalah 1,3,7-trimetilxantin dengan rumus kimia C8H10N4O2. Dalam bentuk murni, kafein adalah serbuk kristal berwarna putih dengan rasa yang sangat pahit. Zat ini secara alami diproduksi oleh sejumlah tanaman, termasuk biji kopi, teh, biji kakao, guaraná, dan yerba maté.
Cara kerja kafein di dalam tubuh berpusat pada senyawa bernama adenosin. Menurut HowStuffWorks, adenosin adalah neuromodulator yang diproduksi secara alami oleh otak sepanjang hari. Seiring waktu, adenosin menumpuk dan mengikat reseptornya, memperlambat aktivitas sel-sel saraf dan memunculkan rasa kantuk. Sinyal inilah yang memberi tahu tubuh bahwa sudah waktunya beristirahat.
Kafein memiliki struktur molekul yang sangat mirip dengan adenosin. Karena kemiripan ini, kafein mampu "menipu" reseptor adenosin dengan cara menempatinya tanpa mengaktifkan efek yang sama. Saat kafein menduduki reseptor-reseptor tersebut, adenosin tidak lagi bisa mengikat dan memperlambat aktivitas saraf. Hasilnya adalah bahwa sel-sel saraf justru bekerja lebih aktif, bukan lebih lambat.
| Baca juga: Ragam Manfaat Kopi tanpa Gula Bagi Kesehatan |
Efek berantai dari peningkatan aktivitas saraf ini kemudian merangsang kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon yang memicu kelenjar adrenal untuk memproduksi epinefrin, yang lebih dikenal sebagai adrenalin. Respons ini menyebabkan detak jantung meningkat, tekanan darah naik, aliran darah ke otot bertambah, dan hati melepaskan glukosa sebagai sumber energi tambahan. Selain itu, kafein juga meningkatkan kadar dopamin, neurotransmiter yang berperan dalam perasaan senang dan motivasi.
Efek kafein relatif singkat dan dapat dibersihkan dari otak dengan cepat. Pada dosis normal, zat ini tidak mengganggu fungsi kognitif tingkat tinggi dan bahkan dapat meningkatkan fokus serta kewaspadaan untuk sementara. FDA merekomendasikan batas konsumsi kafein harian bagi orang dewasa sebesar 400 mg, atau setara dengan sekitar dua hingga tiga cangkir kopi, sebagaimana dilaporkan oleh Poison Control.
Kafein juga memiliki manfaat yang melampaui sekadar membuat seseorang tetap terjaga. ThoughtCo mencatat bahwa konsumsi kafein dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan zat ini juga menjadi komponen aktif dalam banyak obat sakit kepala yang dijual bebas karena kemampuannya menyempitkan pembuluh darah di otak sehingga membantu meredakan nyeri kepala vaskular.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....