Kelompok Rentan Perlu Perlindungan Ekstra saat Kabut Asap

  • 28 Agt 2026 09:26 WIB
  •  Sintang
Poin Utama
  • Anak-anak Perlu Diawasi
  • Lansia Membutuhkan Perlindungan
  • Ibu Hamil Perlu Mengurangi Paparan
  • Penderita Penyakit Kronis Waspada

RRI.CO.ID, Sintang - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama kelompok rentan.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit bawaan membutuhkan perlindungan lebih ketika kualitas udara menurun.

Partikel halus PM2,5 menjadi salah satu polutan yang perlu diwaspadai dari asap karhutla. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Kementerian Kesehatan menyebut anak-anak menjadi kelompok berisiko karena paru-paru masih berkembang. Lansia dengan penyakit paru kronis juga berisiko mengalami kondisi yang lebih berat.

Kondisi udara yang buruk juga perlu menjadi perhatian bagi ibu hamil dan masyarakat dengan penyakit penyerta. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika paparan asap meningkat.

Orang tua perlu memperhatikan kondisi anak ketika kabut asap mulai pekat. Keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata perlu mendapat perhatian.

Masyarakat juga dapat mengurangi paparan asap dengan menjaga kualitas udara di dalam rumah. Pintu dan jendela dapat ditutup ketika udara luar dipenuhi asap.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, perlindungan kelompok rentan menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak kesehatan karhutla. Kemenkes juga menganjurkan pengurangan aktivitas luar ruangan dan penggunaan masker.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....