Tips dan Pesan Kesehatan Menghadapi Kabut Asap di Musim Kemarau

  • 19 Agt 2026 15:57 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Dalam siaran Indonesia Sehat bertajuk “Kabut Asap Mengancam Kesehatan: Kenali Risiko, Lindungi Diri dan Keluarga” di RRI Sintang, Laras Hidayati, Epidemiologi Kesehatan Ahli Pertama, dan Henny Elida Siregar, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Kesehatan Masyarakat, membagikan sejumlah tips yang dapat diterapkan masyarakat selama musim kemarau.

Menurut Laras Hidayati, partikel mikro yang terkandung dalam kabut asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko ISPA, memicu alergi, serta memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru kronis.

Untuk melindungi kesehatan, Laras menyampaikan beberapa tips berikut:

  • Batasi aktivitas di luar ruangan ketika indeks kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
  • Gunakan masker dengan daya filtrasi baik, seperti N95 atau masker medis, apabila harus beraktivitas di luar rumah.
  • Perhatikan kelompok rentan, terutama bayi, balita, lansia, dan ibu hamil, karena lebih berisiko mengalami dampak kesehatan akibat kabut asap.
  • Kenali gejala gangguan kesehatan, seperti sesak napas, batuk yang menetap, dan iritasi pada mata.
  • Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan tersebut, terutama jika gejala semakin berat.

Laras mengingatkan bahwa kewaspadaan menjadi penting ketika kualitas udara memburuk. Mengurangi paparan sejak awal dapat membantu menekan risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Sementara itu, Henny Elida Siregar menekankan bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya dilakukan ketika berada di luar rumah. Kabut asap juga dapat masuk ke dalam rumah melalui pintu, jendela, dan ventilasi.

Beberapa tips yang disampaikan Henny antara lain:

  • Tutup pintu, jendela, dan celah ventilasi ketika konsentrasi asap di luar sedang tinggi untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
  • Jaga kebersihan lingkungan rumah agar kualitas udara di dalam tempat tinggal tetap terjaga.
  • Cukupi kebutuhan air putih dan konsumsi makanan bergizi untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama menghadapi kabut asap.
  • Hindari merokok di dalam rumah, karena asap rokok dapat menambah pencemaran udara dan meningkatkan paparan bagi anggota keluarga.
  • Jangan membakar sampah di sekitar rumah, terutama ketika kondisi udara sedang dipenuhi asap, karena dapat memperburuk kualitas udara.
  • Lakukan pencegahan bersama keluarga dan komunitas, sehingga perlindungan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu.

Kedua narasumber menekankan pentingnya mencegah paparan kabut asap sejak dini. Masyarakat dapat melindungi diri dengan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara tidak sehat, menggunakan masker yang sesuai, menjaga kualitas udara di dalam rumah, memenuhi kebutuhan cairan dan makanan bergizi, serta menghindari sumber polusi tambahan.

Laras Hidayati menekankan pentingnya mengenali risiko dan gejala kesehatan akibat paparan asap, sedangkan Henny Elida Siregar, SKM mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman dari paparan asap.

Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana tersebut, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi kabut asap selama musim kemarau dan dapat melindungi kesehatan diri serta keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....