Panduan Gizi Seimbang Isi Piring Berdasarkan Kemenkes

  • 18 Agt 2026 19:32 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang- Kementerian Kesehatan telah memperbarui pedoman gizi seimbang yang sebelumnya menggunakan kampanye '4 Sehat 5 Sempurna' menjadi 'Isi Piringku'. Isi Piringku berisi panduan pilihan jenis dan porsi makanan dalam satu piring agar memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi yang seimbang. Berikut ini panduan Isi Piringku berdasarkan Kementerian Kesehatan yang dapat Bunda berikan ke anak:

Makanan Pokok

Makanan pokok adalah jenis makanan yang menjadi sumber utama energi dalam pola makan sehari-hari. Porsi makanan pokok dalam pedoman gizi seimbang Isi Piringku adalah 2/3 dari setengah piring.

Jenis makanan pokok yang direkomendasikan termasuk nasi, jagung, kentang, singkong, talas, sagu, serta produk karbohidrat olahan seperti mie gandum, bihun, pasta, dan roti.

Makanan pokok merupakan sumber karbohidrat yang penting untuk menyediakan energi yang diperlukan tubuh untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Lauk Pauk

Porsi lauk pauk yang direkomendasikan adalah 1/3 bagian dari setengah piring. Ini terdiri dari sumber protein, baik protein hewani dan nabati.

Protein Hewani: Merupakan sumber protein yang berasal dari hewan. Contohnya ayam, daging sapi, ikan, dan telur. Misalnya, Bunda dapat memberikan Si Kecil 2 potong ayam ukuran sedang (sekitar 80 gram), 75 gram ikan, atau satu butir telur ukuran besar (sekitar 55 gram) dalam sekali makan. Bunda juga bisa membaca lebih jauh terkait protein hewani disini : Manfaat Lengkap Protein Hewani untuk Tumbuh Kembang Anak.

Protein Nabati: Merupakan sumber protein yang berasal dari tumbuhan. Contoh-contoh protein nabati termasuk tahu, tempe, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Misalnya, dalam sekali makan Bunda dapat memberikan Si Kecil 10 gram tahu atau 50 gram tempe yang setara dengan dua potong ukuran sedang.

Protein adalah nutrisi penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain membantu dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, protein juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan otak anak. Nutrisi ini diperlukan untuk pembentukan neurotransmitter, yang merupakan zat kimia penting dalam komunikasi antar sel-sel saraf di otak.

Buah-Buahan

Buah-buahan adalah sumber nutrisi, vitamin, dan mineral yang penting bagi anak. Kementerian Kesehatan merekomendasikan konsumsi buah-buahan sebanyak 1/3 dari setengah piring.

Contoh buah-buahan yang direkomendasikan antara lain apel, pisang, jeruk, semangka, pepaya, rambutan, dukuh, salak, dan jambu air. Bunda dapat memberikan Si Kecil berbagai jenis buah secara bergantian.

Asupan buah-buahan sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan mendukung tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

Sayur-Sayuran

Sayur-sayuran mengandung serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk pertumbuhan anak. Porsi sayur-sayuran dalam pola makan seimbang adalah 2/3 dari setengah piring.

Bunda dapat memberikan Si Kecil berbagai jenis sayur-sayuran, seperti bayam, wortel, brokoli, kacang panjang, terong, selda, labu siam, tomat, kembang kol, dan kubis.

Bunda harus menyajikan sayuran dengan cara yang menarik untuk membuat anak-anak menyukai sayur-sayuran, misalnya membuat bentuk-bentuk lucu atau menciptakan hidangan yang berwarna-warni yang akan menggugah selera makan anak. Selain itu, Bunda dapat mengajak anak memilih dan menyiapkan sayuran untuk meningkatkan minat mereka terhadap konsumsi sayur.

Air Putih

Pastikan juga Si Kecil mendapat asupan cairan yang cukup, Bunda. Air putih membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, membuang zat-zat sisa, menjaga suhu tubuh tetap stabil, serta memastikan fungsi organ-organ tubuh berjalan dengan baik.

Untuk anak-anak, jumlah porsi air putih yang direkomendasikan bisa bervariasi tergantung pada usia, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan mereka. Secara umum, berikut ini kebutuhan cairan anak berdasarkan usianya menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDAI):

Anak usia 1 – 3 tahun: 1300 mL cairan per hari.

Anak usia 4 – 8 tahun: 1700 mL cairan per hari.

Selain air putih sebagai sumber cairan utama, kebutuhan cairan ini dapat dipenuhi melalui ASI, susu, jus buah tanpa pemanis, atau buah dan sayur yang banyak mengandung air. (Sumber :morinaga.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....