Kuku Panjang dan Kotor Berpotensi Menimbulkan Berbagai Gangguan Kesehatan

  • 22 Jun 2026 08:17 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Menjaga kebersihan kuku merupakan salah satu langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Kuku yang dibiarkan panjang dan kotor dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, hingga telur cacing. Jika tidak dibersihkan secara rutin, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit.

Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah gangguan pada sistem pencernaan. Kuman, bakteri E. coli, maupun telur cacing yang menempel di bawah kuku dapat masuk ke dalam tubuh saat seseorang makan menggunakan tangan. Akibatnya, risiko terkena diare, keracunan makanan, hingga penyakit infeksi tertentu dapat meningkat.

Selain itu, area bawah kuku yang lembap dan kotor juga menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur. Infeksi jamur pada kuku dapat menyebabkan perubahan warna menjadi kekuningan, kuku menebal, rapuh, bahkan mudah patah. Kondisi ini umumnya memerlukan perawatan khusus agar tidak semakin parah.

Kuku yang kotor juga dapat menjadi sarang bakteri berbahaya, seperti Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada kulit di sekitar kuku yang ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, rasa nyeri, hingga munculnya nanah. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Tidak hanya itu, kuku yang terlalu panjang juga berisiko menimbulkan cedera. Kuku dapat patah dan melukai kulit, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Pada kuku kaki, kondisi ini dapat memicu cantengan, yaitu ketika ujung kuku tumbuh menusuk kulit sehingga menimbulkan rasa sakit dan peradangan. Oleh karena itu, menjaga kuku tetap pendek, bersih, dan terawat sangat dianjurkan untuk mencegah berbagai masalah kesehatan tersebut.

Sumber:

https://www.alodokter.com/komunitas/topic/kuku-tangan282f43

https://enesis.com/id/artikel/kuku-yang-panjang-dan-kotor-menyebabkan/

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....