Mana Lebih Sehat: Nasi Panas atau Nasi Dingin
- 30 Mei 2026 21:28 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Perdebatan mengenai mana yang lebih sehat antara nasi panas dan nasi dingin sering muncul di masyarakat. Sebagian orang menganggap nasi dingin lebih baik karena diklaim memiliki dampak lebih rendah terhadap gula darah, sementara lainnya tetap memilih nasi panas karena tekstur dan rasanya lebih nikmat.
Secara kandungan gizi, nasi tetap menyediakan energi utama bagi tubuh dalam bentuk karbohidrat, serta mengandung protein, lemak, dan vitamin B kompleks yang berperan dalam metabolisme energi. Namun, perbedaan utama antara nasi panas dan nasi dingin terletak pada perubahan struktur karbohidrat setelah proses pendinginan.
Saat nasi yang sudah dimasak didinginkan, terjadi pembentukan pati resisten, yaitu jenis pati yang lebih sulit dicerna oleh tubuh. Proses ini membuat nasi dingin memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan nasi panas, sehingga pelepasan glukosa ke dalam darah berlangsung lebih lambat.
Sebaliknya, nasi yang masih panas cenderung lebih cepat diubah menjadi glukosa oleh tubuh karena kandungan pati resistennya lebih rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan kenaikan gula darah lebih cepat, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
| Baca juga: Cara Mengatasi Demam, Pusing, dan Mual |
Meski demikian, baik nasi panas maupun nasi dingin tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama dikonsumsi dengan porsi yang sesuai dan diolah secara higienis. Nasi dingin juga harus disimpan dan dipanaskan kembali dengan cara yang benar untuk menghindari risiko pertumbuhan bakteri.
Dengan demikian, pilihan antara nasi panas atau nasi dingin dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, terutama bagi mereka yang ingin mengontrol kadar gula darah. (Lin)
*Artikel ini disadur dari dapurumami.com
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....