Mengapa Generasi Muda Rentan Stres

  • 25 Mei 2026 14:33 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Generasi muda saat ini menghadapi tekanan hidup yang semakin kompleks. Menurut World Health Organization (WHO), masa remaja merupakan periode penting yang penuh perubahan fisik, emosional, dan sosial sehingga membuat remaja lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental. WHO juga menyebutkan bahwa satu dari tujuh remaja usia 10–19 tahun mengalami gangguan mental seperti kecemasan dan depresi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesehatan mental pada generasi muda menjadi perhatian penting di era modern.

Dikutip dari Halodoc dan Mega We Care Indonesia, Generasi Z adalah kelompok yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Generasi Z tumbuh bersama perkembangan internet dan teknologi digital yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran teknologi tersebut memengaruhi cara berpikir, gaya hidup, hingga kondisi kesehatan mental mereka. Tidak sedikit generasi muda yang menjadi lebih sensitif terhadap tekanan sosial dan lebih rentan mengalami stres.

Stres sendiri merupakan fenomena umum dalam kehidupan modern. Stres dapat muncul akibat tingginya tuntutan hidup yang tidak mampu dikelola dengan baik, rasa ragu terhadap diri sendiri, maupun kegagalan menghadapi situasi tertentu. Meskipun stres tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, kondisi ini dapat diminimalkan dengan menjalani kehidupan sosial yang sehat dan seimbang. Namun, saat ini banyak remaja dan dewasa muda mengalami stres berlebihan yang bahkan berujung pada depresi.

Salah satu penyebab utama stres pada generasi muda adalah penggunaan media sosial yang berlebihan. Data WHO Eropa menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang bermasalah pada remaja meningkat dari 7% pada tahun 2018 menjadi 11% pada tahun 2022. Media sosial sering membuat anak muda membandingkan kehidupan mereka dengan orang lain. Melihat pencapaian, penampilan, dan gaya hidup orang lain dapat menimbulkan rasa minder, takut tertinggal, serta tekanan untuk selalu terlihat sempurna di hadapan publik.

Selain media sosial, tekanan akademik juga menjadi faktor besar penyebab stres. Penelitian dari medRxiv menjelaskan bahwa tekanan akademik memiliki hubungan kuat dengan kecemasan, depresi, hingga kelelahan mental pada remaja. Generasi muda sering dituntut memperoleh nilai tinggi, aktif dalam berbagai kegiatan, serta sukses dalam waktu singkat. Tidak hanya itu, kurangnya waktu istirahat juga memperparah kondisi stres. Banyak anak muda tidur larut malam karena tugas sekolah, pekerjaan, atau penggunaan gadget yang berlebihan. Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah dan pikiran lebih sensitif terhadap tekanan.

Para ahli juga menilai bahwa generasi muda hidup di era persaingan yang semakin tinggi. Kehidupan digital yang serba cepat membuat banyak remaja merasa harus terus produktif agar tidak tertinggal dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, generasi muda perlu menjaga keseimbangan hidup dengan mengatur waktu istirahat, rutin berolahraga, mengurangi penggunaan media sosial, serta berbicara dengan orang terdekat ketika menghadapi masalah. Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik karena keduanya saling berkaitan dalam menciptakan kehidupan yang sehat dan sejahtera.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....