Self-Bullying: saat Diri Sendiri Menjadi Pelaku Perundungan
- 14 Jul 2026 10:36 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Ketika mendengar istilah bullying, banyak orang menganggap perundungan hanya dilakukan oleh orang lain. Padahal, perundungan juga dapat berasal dari diri sendiri atau dikenal sebagai self-bullying.
Self-bullying merupakan pola pikir negatif yang membuat seseorang terus-menerus mengkritik, menyalahkan, dan merendahkan dirinya sendiri. Bentuknya dapat berupa ucapan seperti, "Aku jelek sekali," "Sekali gagal berarti aku tidak berguna," "Kesempatan ini bukan untukku," atau "Bodoh sekali aku." Kebiasaan tersebut bukanlah bentuk motivasi, melainkan dapat menurunkan rasa percaya diri, memicu stres dan kecemasan, serta menghambat perkembangan diri.
Dikutip dari Viva.co.id, self-bullying tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga memengaruhi kondisi fisik dan emosional. Tanda-tandanya antara lain terlalu kritis terhadap diri sendiri, sering menyalahkan diri atas berbagai keadaan, menghindari interaksi sosial, mengabaikan perawatan diri, serta merasa tidak pantas memperoleh hal-hal baik dalam hidup.
Fenomena ini banyak dialami oleh Generasi Z yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Tekanan untuk selalu tampil sempurna serta kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain membuat mereka lebih rentan mengalami kecemasan dan depresi. Kondisi tersebut sejalan dengan hasil riset Tim Divisi Psikiatri Anak dan Remaja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menunjukkan tingginya tingkat keresahan mental pada remaja berusia 16–24 tahun.
Menurut Klikdokter, self-bullying sama berbahayanya dengan perundungan yang dilakukan oleh orang lain. Setiap individu memiliki inner voice atau suara hati yang dapat berperan sebagai penyemangat maupun pengkritik. Ketika suara hati didominasi oleh pikiran-pikiran negatif, seseorang berisiko kehilangan optimisme dan kepercayaan diri. Jika terus dibiarkan, pikiran seperti "Aku tidak bisa apa-apa" dapat berubah menjadi keyakinan yang membatasi potensi diri.
Karena itu, penting untuk mulai mengganti kritik terhadap diri sendiri dengan kalimat yang lebih positif dan membangun. Bersikap lebih baik kepada diri sendiri bukan berarti memanjakan diri, melainkan menjadi langkah awal dalam menjaga kesehatan mental sekaligus membangun kepercayaan diri.
Merujuk pada Psychology Today dan Huffington Post, kebiasaan self-bullying dapat dihentikan dengan terlebih dahulu menyadari bahwa perilaku tersebut memang merupakan bentuk perundungan terhadap diri sendiri. Sadari dan pahami bagaimana kebiasaan itu memengaruhi perasaan, membuat diri terpuruk, serta menghambat perkembangan pribadi.
Setelah menyadarinya, alihkan fokus secara perlahan. Jika merasa kesulitan, bayangkan bagaimana keluarga atau sahabat memperlakukan diri Anda. Orang-orang yang menyayangi Anda cenderung menerima dan menghargai diri Anda apa adanya. Mereka tidak akan terus-menerus menghakimi atau mengkritik secara berlebihan.
Cara tersebut dapat membantu menyadari dampak buruk dari kebiasaan mengkritik diri sendiri sekaligus mendorong refleksi mengenai alasan di balik perilaku tersebut. Ingatlah bahwa untuk mencapai kebahagiaan yang utuh, seseorang perlu menerima seluruh pengalaman hidup, baik yang menyenangkan maupun yang penuh tantangan, sebagai bagian dari proses bertumbuh.
Langkah berikutnya adalah menyadari bahwa Anda tidak sendirian. Merasa gagal, melakukan kesalahan, atau mengalami masa-masa sulit merupakan bagian dari pengalaman manusia. Setiap orang pernah mengalaminya. Bahkan, hidup tanpa kegagalan dan kesalahan mungkin tidak akan memberikan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Pada akhirnya, terlalu keras mengkritik, menghakimi, dan menyalahkan diri sendiri merupakan bentuk self-bullying yang patut diwaspadai. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang, baik remaja maupun orang dewasa, untuk mulai membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri. Dengan menerima diri secara lebih positif dan penuh kasih, seseorang dapat menjaga kesehatan mental sekaligus mengembangkan potensi terbaik yang dimilikinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....