Gusi Sering Berdarah? Ini Penyebab dan Tanda Bahayanya Menurut Dokter Gigi
- 17 Apr 2026 13:00 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Gusi berdarah adalah kondisi ketika gusi mengeluarkan darah saat disentuh, disikat, atau bahkan secara spontan. Kondisi ini sering kali menjadi tanda adanya peradangan atau infeksi pada gusi.
Ketua PDGI Kapuas Raya, drg. Katarina Ristu Jati, menjelaskan bahwa penyebab gusi sering berdarah umumnya berasal dari faktor lokal, yaitu kondisi di dalam rongga mulut itu sendiri. Salah satu penyebab yang paling sering adalah adanya karang gigi yang menempel di sekitar gigi. Karang gigi ini dapat menjadi tempat menumpuknya sisa makanan dan kuman, sehingga memicu peradangan pada gusi atau gingivitis. Akibat peradangan tersebut, gusi menjadi lebih sensitif dan mudah berdarah, misalnya saat terkena makanan, saat menyikat gigi, atau bahkan ketika mendapat tekanan ringan.
| Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi |
“Faktor lokal ini bisa kita cek atau periksa di sekitaran gigi terdapat karang gigi atau tidak karena kalau ada karang gigi, karang gigi ini bisa menjadi tempat sisa makanan dan kuman menempel sehingga gusi jadi meradang atau terjadi peradangan atau gingivitis,” kata drg. Katarina Jumat, 17 April 2026.
drg. Katarina menjelaskan bahwa kondisi tersebut biasanya dapat diketahui dengan memeriksa langsung kebersihan gigi dan adanya karang gigi pada pasien. Jika karang gigi menjadi penyebabnya, maka gusi yang meradang akan lebih mudah berdarah dalam aktivitas sehari-hari. Dalam beberapa kasus, gusi bahkan dapat langsung mengeluarkan darah hanya karena sentuhan ringan, seperti saat makan atau menyikat gigi, akibat jaringan gusi yang sudah mengalami iritasi.
| Baca juga: Tips Sehat di Musim Penghujan |
“Kadang kalau kesentuh makanan atau sikat gigi atau kita hisap dikit agak mulai berdarah,” ujar drg. Katarina.
Namun demikian, apabila karang gigi sudah dibersihkan tetapi gusi masih tetap mudah berdarah, maka perlu dicurigai adanya faktor lain di luar masalah lokal pada gigi. Menurut drg. Katarina, kondisi ini bisa berkaitan dengan penyakit tertentu yang memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan sehingga membuat gusi menjadi lebih sensitif. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan hal tersebut antara lain diabetes dan leukemia.
Ia menegaskan bahwa jika gusi tetap sensitif atau mudah berdarah meskipun kondisi gigi sudah bersih dan tidak ditemukan masalah lokal, maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui pemeriksaan laboratorium (LAB). Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah terdapat penyakit sistemik yang menjadi penyebabnya. Sementara itu, untuk kasus yang disebabkan oleh faktor lokal seperti karang gigi, tindakan yang dianjurkan adalah scaling atau pembersihan karang gigi oleh dokter gigi guna menghilangkan sumber peradangan dan membantu mengembalikan kesehatan gusi. “ sementara itu scaling gigi bisa dilakukan jika ada faktor lokal seperti karang gigi” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....