Mengenal Sindrom Geriatri pada Lansia dan Cara Menanganinya

  • 07 Apr 2026 10:37 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Sindrom geriatri adalah kumpulan gejala yang muncul bersamaan dan biasanya disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu. Sementara itu, geriatri adalah sebutan bagi kaum lansia, yaitu orang berusia di atas 60 tahun.

Sindrom geriatri banyak melibatkan bagian dan dan faktor yang paling banyak menyebabkan sindrom ini adalah usia lanjut, fungsi kognitif tidak normal, gangguan mobilitas, dan gangguan dalam beraktivitas.

Sindrom geriatri merupakan berbagai gejala dari masalah kesehatan yang sering terjadi pada orang lanjut usia atau lansia akibat proses penuaan. Bila tidak ditangani dengan baik, sindrom ini bisa menyebabkan kualitas hidup lansia menurun.

Dilansir dari laman honestdocs.id dan alodokter.com, berikut ini adalah beberapa macam gangguan kesehatan pada lansia yang tergolong ke dalam sindrom geriatri pada lansia:

1. Gangguan tidur

Keluhan gangguan tidur yang sering dialami oleh lansia adalah sulit tidur, tidur tidak nyenyak dan mudah terbangun, atau sering terbangun saat tidur dan sulit untuk tidur kembali. Lansia yang mengalami gangguan tidur juga biasanya merasa lesu setelah bangun di pagi hari.

Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan memengaruhi kondisi kesehatan lansia. Gangguan tidur bisa ditangani dengan pemberian obat-obatan dari dokter dan psikoterapi bila disebabkan oleh gangguan psikologis.

Selain itu, lansia yang mengalami gangguan tidur disarankan untuk membatasi waktu tidur siang, serta tidak berolahraga atau mengonsumsi minuman berkafein saat sore hari.

2. Menurunnya kemampuan bergerak

Lansia yang mengalami penurunan kemampuan bergerak harus melakukan terapi fisik pelan-pelan dengan alat bantu berdiri. Hal ini tentu akan membantu lansia untuk berlatih berdiri dan menopang tubuhnya sendiri.

.

3. Delirium

Delirium merupakan kondisi darurat medis berupa rasa bingung yang parah dan terjadi secara tiba-tiba. Ketika mengalami delirium, lansia juga akan merasa gelisah dan cemas.

Lansia dengan sindrom geriatri yang mengalami delirium perlu mendapat pemantauan langsung di rumah sakit. Hal ini penting dilakukan agar mereka tidak melukai diri sendiri atau orang lain dan dokter dapat secara langsung memberikan pengobatan untuk mengatasi kondisi delirium.

4. Osteoporosis

Semakin bertambahnya umur, para lansia akan mengalami kerapuhan tulang, Osteoporosis dapat diperlambat dengan sering mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin D dan kalsium.

Selain itu lakukan aktivitas fisik yang tidak berlebihan untuk melatih kekuatan tulang.

Lansia memang rentan terhadap penyakit, oleh karena itu butuh perhatian khusus dan ekstra. Faktor lingkungan tempat tinggal lansia harus mendukung dilaksanakannya pola hidup sehat.

Untuk menerapkannya Anda cukup memberikan gizi yang cukup pada lansia, olahraga lansia dengan teratur, dan menjauhkan diri dari alkohol serta merokok.

Namun bila sudah terlihat gejala sindrom geriatri segera periksa ke dokter agar mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

5. Gangguan keseimbangan dan terjatuh

Seiring memasuki usia tua, kekuatan fisik pun semakin melemah. Hal ini bisa membuat lansia sulit mempertahankan posisi dan keseimbangan tubuh. Selain itu, lansia juga kerap mengalami penurunan kualitas penglihatan. Hal ini bisa membuat para lansia dengan sindrom geriatri mudah terjatuh dan mengalami cedera atau terluka.

Risiko cedera pada lansia juga bisa meningkat apabila mereka berjalan di jalan yang tidak rata atau saat penerangan jalan kurang memadai. Cedera akibat terjatuh bahkan dapat menyebabkan lansia mengalami patah tulang.

Penanganan untuk lansia dengan sindrom geriatri yang kerap terjatuh adalah dengan memastikan lingkungan tempat tinggal atau rumah bagi lansia aman dan memiliki fasilitas yang baik agar tidak berpotensi menyebabkan cedera.

6. Demensia

Demensia adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Kondisi ini dapat membuat lansia sulit bersosialisasi dan sulit menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Demensia juga erat kaitannya dengan gangguan mental lain, seperti depresi.

Lansia dengan demensia perlu mendapatkan penanganan yang komprehensif, seperti pemberian obat-obatan untuk meringankan gejala demensia, misalnya obat golongan acetylcholinesterase inhibitors, memantine, antipsikotik, dan antidepresan.

Lansia yang mengalami demensia juga perlu menjalani pola makan bergizi seimbang. Untuk meringankan gejala demensia, dokter mungkin akan meresepkan suplemen vitamin E, asam folat, dan omega-3, untuk mendukung fungsi otak.

Selain obat-obatan, demensia juga perlu ditangani dengan psikoterapi, terapi okupasi, dan terapi stimulasi kognitif atau senam otak.

Cara penanganan sindrom geriatri:

Penanganan sindrom geriatri perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan keluhan yang dialami pasien. Perawatan bertujuan agar lansia dapat beraktivitas tanpa hambatan secara mandiri, serta terhindar dari komplikasi yang serius. Perawatan juga dimaksudkan agar lansia lebih nyaman saat menjalani aktivitas.

Perawatan utama pada sindrom geriatri adalah pola hidup yang sehat dan dukungan mental maupun fisik. Berbagai perawatan yang dilakukan meliputi:

  • Memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama dengan makanan yang tinggi energi, protein, kalsium, dan vitamin D

  • Memilih olahraga yang cocok untuk lansia, misalnya tai chi atau latihan kekuatan (strength training) yang ringan

  • Mendukung lansia untuk bergabung dengan komunitas seusianya

  • Menyediakan pegangan tangan (handrail) di tempat yang rawan mengakibatkan cedera, misalnya toilet atau tangga

  • Mengajak lansia untuk rutin memeriksakan kesehatan ke dokter

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....