“Isi Piringku” Menjadi Cara Penuhi Gizi Seimbang Setiap Hari

  • 19 Mar 2026 18:06 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan konsep “4 Sehat 5 Sempurna”. Namun, tahukah kamu? Konsep ini sebenarnya sudah lama digantikan dengan pedoman makan yang lebih baru dan relevan, yaitu “Isi Piringku”. Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara keduanya, dan mana yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan gizi harian? Yuk, kita simak penjelasannya di kutip dari ayosehat.kemkes.go.id

Sejak diperkenalkan pada tahun 1952, konsep “4 Sehat 5 Sempurna” telah menjadi panduan pola makan masyarakat Indonesia. Dalam konsep ini, empat sehat terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah. Sementara itu, susu berperan sebagai “penyempurna” untuk melengkapi kebutuhan gizi.

Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan pemahaman tentang gizi, para ahli menyadari bahwa konsep tersebut memiliki keterbatasan. “4 Sehat 5 Sempurna” belum mengatur secara jelas mengenai porsi makan yang tepat serta belum mencakup aspek penting lainnya seperti aktivitas fisik dan pola hidup bersih. Karena itu, pedoman ini kemudian disempurnakan dan digantikan dengan pedoman gizi seimbang yang dikenal sebagai “Isi Piringku”.

Pedoman “Isi Piringku” yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan hadir dengan pendekatan yang lebih praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya mengatur jenis makanan, tetapi juga menekankan proporsi atau porsi dalam satu piring setiap kali makan.

Dalam satu piring, setengah bagian dianjurkan diisi dengan sayur dan buah. Buah-buahan menjadi sumber berbagai vitamin seperti vitamin A, B, C, serta mineral dan serat yang penting bagi tubuh. Beberapa buah seperti pisang, semangka, melon, pepaya, dan jeruk juga mengandung antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan.

Sementara itu, sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral seperti vitamin A, vitamin C, zat besi, dan fosfor. Sayuran seperti bayam, selada air, kangkung, wortel, brokoli, buncis, dan terong dapat diolah dengan berbagai cara, baik dikonsumsi mentah, dikukus, direbus, maupun ditumis.

Setengah bagian piring lainnya diisi dengan makanan pokok dan lauk pauk. Makanan pokok sebagai sumber karbohidrat meliputi beras, jagung, singkong, ubi, sagu, hingga produk olahannya seperti roti, mie, dan pasta. Sedangkan lauk pauk sebagai sumber protein bisa berasal dari hewani seperti daging, ayam, ikan, telur, serta dari nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Lebih rinci lagi, pembagian dalam “Isi Piringku” adalah 2/3 dari setengah piring untuk makanan pokok dan 1/3 untuk lauk pauk. Sementara itu, pada setengah piring lainnya, 2/3 diisi sayuran dan 1/3 diisi buah-buahan.

Tak hanya soal makanan, pedoman ini juga dilengkapi dengan anjuran gaya hidup sehat, seperti minum air putih minimal 8 gelas per hari, melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari, serta membiasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan.

Dengan demikian, “Isi Piringku” dinilai lebih lengkap dan sesuai dengan kebutuhan masa kini karena tidak hanya menekankan pada jenis makanan, tetapi juga keseimbangan porsi dan pola hidup sehat secara menyeluruh.

Jadi, jika dibandingkan, “Isi Piringku” merupakan pedoman yang lebih baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain mudah dipahami, panduan ini juga membantu kita menjaga pola makan yang seimbang demi kesehatan tubuh yang optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....