Olahraga yang Dapat Mencegah Osteoporosis

  • 17 Mar 2026 10:54 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Pada dasarnya, olahraga merupakan langkah yang penting dan tak boleh terlewatkan dalam menjaga kesehatan tulang. Namun, apakah orang dengan masalah tulang, seperti osteoporosis, masih diperbolehkan untuk olahraga? Apa saja rekomendasi olahraga untuk penderita osteoporosis? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa osteoporosis adalah suatu kondisi ketika kepadatan tulang menurun sehingga terjadi pengeroposan yang dapat membuat tulang mudah patah. Pada osteoporosis yang berat, penderitanya bisa saja mengalami patah tulang (fraktur) meskipun hanya melakukan aktivitas ringan, seperti batuk atau bersin, karena tulangnya yang sudah keropos. Lantas, apakah hal ini membuat penderita osteoporosis tidak bisa berolahraga?

Berdasarkan studi dalam jurnal Biochemistry Research International, aktivitas fisik merupakan cara yang efektif untuk merangsang osteogenesis tulang (proses pembentukan tulang) pada pasien osteoporosis. Pasalnya, gaya hidup yang tidak aktif justru bisa mempercepat hilangnya massa tulang. Sebaliknya, berolahraga bisa mengurangi laju pengeroposan tulang.

Selain itu, sebagian besar penyebab patah tulang (fraktur) pada penderita osteoporosis adalah terjatuh. Dengan berolahraga secara teratur, penderita dapat meningkatkan kekuatan otot serta keseimbangan tubuh untuk mengurangi risiko terjatuh.

Manfaat Olahraga bagi Penderita Osteoporosis

Sebuah jurnal berjudul Exercise for osteoporosis: A literature review of pathology and mechanism menyebutkan bahwa olahraga teratur membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan tulang dengan merangsang pembentukan dan kekuatan tulang melalui latihan beban fisik (strength training), meskipun tidak secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang.

Secara umum, beberapa manfaat olahraga yang bisa didapatkan oleh penderita osteoporosis adalah sebagai berikut:

  • Membantu meningkatkan pembentukan tulang.
  • Mengurangi gejala osteoporosis.
  • Mengurangi pengeroposan tulang.
  • Meningkatkan massa tulang.
  • Mempertahankan jaringan tulang yang tersisa.
  • Meningkatkan kebugaran fisik.
  • Meningkatkan kekuatan otot.
  • Meningkatkan mobilitas.
  • Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh.
  • Mengurangi risiko patah tulang akibat terjatuh.
  • Mengurangi rasa nyeri.
  • Meningkatkan suasana hati (mood).
  • Memperbaiki postur tubuh.
  • Meningkatkan kualitas hidup.

Rekomendasi Jenis Olahraga untuk Penderita Osteoporosis

Meski diperbolehkan berolahraga, penting bagi penderita osteoporosis untuk mengetahui jenis olahraga yang aman. Hal ini bisa dikonsultasikan dengan dokter sehingga dokter dapat memberikan saran mengenai jenis olahraga yang sesuai kondisi kesehatan pasien.

Namun, secara umum, beberapa jenis olahraga yang disarankan untuk penderita osteoporosis adalah sebagai berikut:

Latihan kekuatan, terutama untuk punggung bagian atas. Latihan ini bisa dilakukan tanpa beban seperti berenang, atau bersepeda, maupun dengan beban berat badan Anda sendiri untuk memperkuat otot, tendon, dan tulang. Latihan kekuatan sangat membantu untuk membangun otot punggung yang penting untuk postur tubuh. Latihan ini juga dapat membantu mendukung kepadatan tulang.

Aktivitas aerobik yang menahan beban, seperti berjalan, naik tangga, dan joging.

Latihan fleksibilitas, seperti peregangan (stretching).

Latihan stabilitas dan keseimbangan untuk mencegah jatuh, seperti tai chi dan yoga.

Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan latihan multikomponen. Latihan ini terdiri dari kombinasi berbagai metode (aerobik, latihan kekuatan, ketahanan, dan keseimbangan). Tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan massa tulang. Jenis olahraga ini biasanya direkomendasikan untuk pasien lanjut usia yang tidak memungkinkan untuk melakukan latihan kekuatan secara maksimal.

Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum Anda memulai program latihan apa pun untuk osteoporosis. Pasien mungkin perlu mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk:

  • Hasil pengukuran kepadatan tulang.
  • Hasil penilaian kebugaran.
  • Usia pasien.
  • Obat-obatan yang dikonsumsi.
  • Kondisi medis lain, seperti penyakit kardiovaskular atau radang sendi.
  • Saat berolahraga, penderita osteoporosis juga harus memerhatikan lingkungan atau apa pun yang dapat menyebabkan terjatuh, seperti:
  • Permukaan yang licin seperti lantai, jalan setapak yang licin, dan lain-lain.
  • Karpet yang longgar.
  • Tangga naik atau turun.
  • Perabotan rumah, kabel, mainan yang dapat meningkatkan risiko tersandung.

Olahraga yang Tidak Disarankan bagi Penderita Osteoporosis

Orang dengan osteoporosis memiliki tulang yang lemah sehingga rentan mengalami patah tulang. Karenanya, penderita perlu menghindari aktivitas atau olahraga dengan gerakan seperti:

Membungkuk (bending) dan memutar tubuh (twisting). Pada penderita osteoporosis, membungkuk ke depan pada pinggang dan memutar tubuh dapat meningkatkan risiko patah tulang belakang. Latihan yang harus dihindari termasuk menyentuh jari kaki atau melakukan sit-up.

Meningkatkan risiko terjatuh.

Memerlukan gerakan tiba-tiba dan kuat, kecuali jika dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari program latihan dengan ahli.

Memerlukan gerakan memutar atau mengayun yang kuat, seperti golf, tenis.

High impact sports atau olahraga yang melibatkan gerakan kuat dan cepat serta memberikan tekanan besar pada sendi, tulang, dan otot, seperti melompat dan berlari.

Membutuhkan gerakan membungkuk ke depan karena bisa meningkatkan risiko patah tulang belakang.

Itulah beberapa rekomendasi olahraga untuk penderita osteoporosis. Namun ingat, informasi di atas tidak bisa menjadi acuan guna menentukan jenis olahraga yang tepat menggantikan saran dari tim medis profesional. Jadi, untuk memastikan jenis olahraga yang tepat sesuai kondisi kesehatan Anda,

Sumber : SiloamHospitals.com/

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....