Mitos dan fakta Tentang Diet Ketogenic

  • 25 Jan 2026 08:47 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Diet ketogenic atau yang lebih dikenal dengan diet keto merupakan jenis diet yang dilakukan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan konsumsi lemak sehat. Tujuan adalah mengubah metabolisme tubuh. Skemanya begini, saat tubuh menggunakan keton sebagai sumber energi, tubuh akan membakar lemak sebagai tenaga.

Diet keto adalah pola makan yang sangat rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan moderat protein, bertujuan membuat tubuh masuk ke kondisi "ketosis" di mana lemak menjadi sumber energi utama.

Diet keto (ketogenik) adalah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan moderat protein. Fakta dan mitos tentang kesehatannya:

1. Mitos: seseorang akan kekurangan gizi dan nutrisi

Faktanya, diet keto bukan hanya dilakukan untuk orang-orang yang menginginkan berat badan ideal, tapi juga untuk tubuh yang lebih sehat. Selain menurunkan berat badan, berikut beberapa manfaat lain dari diet keto: Mencegah diabetes, epilepsi, alzheimer, serta penyakit neurodegenerative, mengatasi peradangan, mencegah radikal bebas dan tujuan kesehatan tertentu.

2. Mitos: Diet Keto Menyebabkan Kerusakan Jangka Panjang pada Kesehatan

Banyak orang beranggapan bahwa diet keto dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti penyakit jantung atau gangguan ginjal. Namun, penelitian menunjukkan bahwa diet keto, ketika dilakukan dengan benar, dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Misalnya, beberapa studi menunjukkan bahwa diet ini dapat membantu menurunkan berat badan, mengurangi kadar gula darah, dan meningkatkan profil lipid pada beberapa individu. Dengan kata lain, diet keto tidak selalu berkontribusi pada masalah kesehatan, melainkan dapat menjadi alat yang efektif untuk mencapai tujuan Kesehatan tertentu.

3. Mitos: diet ketogenic merupakan diet yang sulit dijalani

Semua jenis diet akan sangat sulit dijalani, awalnya. Apalagi jika anda memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat. Namun, saat ingin memiliki ukuran tubuh anda inginkan, diet ini sebanding dengan perjuangan yang kamu lakukan. Dibandingkan dengan diet lain, diet ketogenic justru tidak membatasi kalori yang dikonsumsi.

4. Mitos: diet ketogenic berbahaya jika dilakukan

Banyak yang bingung membedakan antara ketosis dan ketoasidosis. Ketosis merupakan respon alami tubuh ketika asupan karbohidrat dalam tubuh sangat rendah. Hal tersebut berarti, tubuh menggunakan keton menjadi sumber energi, saat kadar glukosa tidak mencukupi untuk kebutuhan tubuh.

Sedangkan ketoasidosis merupakan kurangnya insulin dalam tubuh yang terjadi pada pengidap diabetes. Kedua hal tersebut menjadi mitos dari diet keto yang kenyataannya salah kaprah. Keduanya tidak ada hubungannya dengan diet ketogenik.

5. Mitos: diet keto menyebabkan terganggunya fungsi otak

Salah satu mitos yang beredar adalah diet keto membuat seseorang jadi telat berpikir. Banyak orang yang berpendapat, diet keto bisa bikin lemot. Padahal, kenyataannya salah. Diet keto justru membuat anda menjadi lebih fokus dan berenergi.

Saat awal pelaksanaannya, anda memang akan merasa sangat lemas. Hal tersebut wajar terjadi, karena tubuh sedang beradaptasi. Banyak dari mereka yang mengeluhkan sangat tidak bertenaga. Namun jangan khawatir, karena prosesnya tidak akan lebih dari seminggu. Setelah melewati fase ini, dan tubuh tidak merasakan hal yang sama, itu berarti diet yang kamu jalani berhasil.

6. Mitos: diet keto tidak menghilangkan lemak, tapi air

Banyak yang mengatakan penurunan berat badan dari diet keto disebabkan oleh hilangnya air dari tubuh. Padahal kenyataannya tidak sama sekali. Agar lemak dapat digunakan sebagai sumber energi, lemak masuk ke dalam aliran darah. Sedangkan lemak yang mengikat banyak air, tidak dapat memasuki aliran darah. Diet keto bekerja dengan melepaskan kandungan air pada lemak yang. Kemudian lemak memasuki aliran darah, yang akan diubah menjadi energi.

7. Mitos: Diet Keto Tidak Cocok untuk Penderita Diabetes

Diet keto, yang dikenal dengan pendekatan rendah karbohidrat dan tinggi lemak, telah menjadi topik perdebatan di kalangan ahli gizi dan masyarakat umum. Salah satu mitos yang sering muncul adalah bahwa diet ini tidak cocok untuk penderita diabetes. Namun, penting untuk memahami bahwa mitos ini tidak sepenuhnya akurat dan perlu ditelaah lebih dalam.

Diet keto membantu tubuh masuk ke ketosis, sehingga lemak jadi sumber energi utama. Untuk penderita diabetes tipe 2, ini bisa bantu atur gula darah karena mengurangi kebutuhan insulin.

8. Mitos: Diet keto hanya efektif untuk menurunkan berat badan dan tidak ada manfaat kesehatan lainnya.

Tidak hanya menurunkan berat badan, diet keto juga telah terbukti membantu mengontrol kadar gula darah, mengurangi risiko penyakit jantung, dan meningkatkan fungsi otak.

Konsep dasar diet keto adalah memaksa tubuh masuk ke ketosis, di mana tubuh membakar lemak jadi sumber energi utama. Studi di The American Journal of Clinical Nutrition bilang diet keto bisa efektif turunkan berat badan, tapi efeknya mungkin sementara.

Penting untuk dicatat bahwa efek diet keto dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Beberapa orang mungkin mengalami efek samping sementara, seperti flu keto, saat tubuh mereka beradaptasi dengan perubahan pola makan. Namun, efek ini biasanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat, seperti memastikan asupan elektrolit yang cukup dan menjaga hidrasi. Oleh karena itu, meskipun ada beberapa ketidaknyamanan awal, tidak berarti bahwa diet keto akan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada kesehatan.

Diet keto bisa efektif untuk penurunan berat badan jangka pendek, tapi keamanannya tergantung pada individu dan bagaimana diet itu dijalankan. Beberapa orang mungkin mengalami efek sampingan seperti kekurangan nutrisi atau gangguan pencernaan. Konsultasi dengan ahli gizi atau dokter disarankan sebelum memulai.

Referensi :

https://prodiadigital.com/id/artikel/diet-keto

https://tracisbio.org/mitos-vs-fakta-apakah-diet-keto-aman-untuk-semua/

https://www.halodoc.com/artikel/mitos-dan-fakta-tentang-diet-keto-yang-harus-diketahui

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....