Proses di Balik Terbentuknya Es Gletser

  • 31 Agt 2026 15:43 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Es batu dari kulkas dan es gletser sama-sama terbuat dari air yang membeku. Namun, keduanya adalah material yang sangat berbeda secara fisik, dan perbedaan itu bermula dari proses pembentukan yang berlangsung selama ratusan tahun.

Mengutip National Snow and Ice Data Center (NSIDC), gletser terbentuk di tempat-tempat di mana lebih banyak salju yang turun setiap tahun dibandingkan dengan yang mencair. Salju yang bertahan melewati satu musim panas mulai mengalami perubahan. Lapisan salju baru yang terus menumpuk di atasnya memberikan tekanan pada lapisan di bawahnya, mendorong butiran-butiran salju untuk memadat dan mengkristal ulang. Dalam proses ini, kantong-kantong udara di antara butiran salju semakin mengecil.

Setelah sekitar satu hingga dua tahun, lapisan salju yang tertekan berubah menjadi material yang disebut firn, yaitu tahap peralihan antara salju dan es gletser yang sesungguhnya. Firn memiliki tekstur yang menyerupai gula basah dan kepadatannya sekitar dua pertiga dari kepadatan air. Proses transformasi belum berhenti di sini. Tekanan dari lapisan-lapisan baru yang terus menumpuk di atasnya mendorong firn untuk terus terkompres dan semakin padat.

Menurut USGS, ketika kepadatan material mencapai sekitar 830 hingga 840 kilogram per meter kubik, ruang-ruang udara di antara butiran es tertutup sepenuhnya dan material itu tidak lagi dapat ditembus oleh cairan. Proses ini berlangsung selama lebih dari seratus tahun untuk sebagian besar gletser. Dalam jangka waktu itu, kristal-kristal es tumbuh semakin besar, bahkan bisa mencapai ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa, sementara semua gelembung udara yang terperangkap terserap ke dalam kisi-kisi kristal dan es menjadi bening sempurna.

NASA Earthdata menjelaskan bahwa ketika massa es ini menjadi cukup tebal dan berat, gravitasi mulai mendorongnya bergerak ke bawah lereng secara perlahan seperti sungai yang sangat lambat. Itulah yang membedakan gletser dari sekadar hamparan salju beku: gletser bergerak dan pergerakannya mengikis batuan di bawahnya, membawa material sedimen, dan membentuk lembah-lembah dengan ciri khas berbentuk huruf U.

Woods Hole Oceanographic Institution mencatat bahwa USGS bahkan mengklasifikasikan es gletser sebagai batuan metamorfik monomineral karena proses pembentukannya yang sangat mirip dengan proses metamorfosis pada batuan: tekanan dan waktu yang sangat panjang mengubah material asalnya menjadi sesuatu yang secara fisik dan kimiawi berbeda dari titik awalnya.

Inilah mengapa es gletser tampak biru sementara es batu dari kulkas tampak bening. Ketiadaan gelembung udara dan kepadatan kristal yang jauh lebih tinggi memungkinkan cahaya menembus sangat dalam ke dalam es sebelum dipantulkan kembali, dan dalam perjalanan panjang itu, cahaya merah terserap habis sehingga yang tersisa hanyalah biru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....