Dinamika Hubungan Peter Pan dan Wendy Syndrome
- 22 Jul 2026 08:26 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Dalam psikologi, Peter Pan Syndrome (PPS) dan Wendy Syndrome jarang berdiri sendiri. Keduanya cenderung saling menemukan satu sama lain, membentuk dinamika hubungan yang pada awalnya terasa alami, namun lama-kelamaan bisa menjadi melelahkan bagi kedua pihak.
Mengutip dari Cleveland Clinic, individu dengan Peter Pan Syndrome secara alami tertarik pada orang-orang yang memiliki sifat pengasuh dan suka menolong, ciri khas dari Wendy Syndrome. Di awal hubungan, kombinasi ini terasa serasi. Sosok Peter Pan tampil karismatik, penuh petualangan, dan menyenangkan, sementara sosok Wendy merasa terpanggil untuk hadir, mendukung, dan membimbing. Keduanya saling melengkapi, setidaknya untuk sementara waktu.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, ketidakseimbangan mulai terasa. Menurut ifeel, sosok Wendy yang terus-menerus memberi tanpa mendapat timbal balik yang setara akan mulai mengalami kelelahan emosional. Ia merasa seperti memberi dan memberi tanpa ada ujungnya, sementara sosok Peter Pan justru merasa dikontrol atau terkekang ketika pasangannya mulai menyuarakan kebutuhannya sendiri.
Dalam konteks pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, tanda-tanda ketidakseimbangan ini bisa terlihat cukup nyata. Psychology Today mencatat bahwa individu dengan PPS kerap kesulitan mempertahankan pekerjaan, menghindari konflik di tempat kerja, dan cenderung kabur ke situasi baru tanpa menghadapi konsekuensi dari tindakan sebelumnya. Dalam hubungan, mereka bisa menjadi sangat bergantung pada pasangan untuk hal-hal mendasar seperti mengurus tagihan, membuat keputusan, atau bahkan menyusun rencana sederhana.
Masalah makin rumit ketika konflik muncul. Individu dengan PPS cenderung menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi dan kesulitan menerima kritik tanpa bereaksi secara defensif. Resolusi konflik yang sehat menjadi hampir mustahil ketika salah satu pihak selalu menghindari atau berbalik menyerang ketika dihadapkan pada percakapan yang sulit.
Akhir dari dinamika ini hampir selalu sama. Sosok Wendy mencapai titik jenuh dan mulai mempertanyakan apa yang selama ini ia dapatkan dari hubungan tersebut. Sementara sosok Peter Pan, tanpa kesadaran diri yang cukup, berpindah ke hubungan berikutnya untuk mencari sosok Wendy baru yang bersedia mengambil peran yang sama.
Mengenali pola ini bukan berarti menghakimi salah satu pihak. Baik Peter Pan Syndrome maupun Wendy Syndrome terbentuk dari pengalaman dan latar belakang yang kompleks. Memahami dinamikanya adalah langkah awal untuk memutus siklus yang tidak menguntungkan siapa pun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....