Fakta Unik Tentang Gajah yang Perlu Kamu Ketahui
- 22 Jun 2026 09:56 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Gajah merupakan salah satu hewan terbesar di dunia khususnya di daratan. Hewan yang satu ini hidup dengan kelompok kecil yang dipimpin oleh betina yang berumur senior. Sementara, para jantan muda kebanyakan hidup dalam kawanan yang terpisah dari para betina senior. Gajah umumnya dapat ditemukan di savana, padang rumput, dan hutan. Namun hebatnya, mereka mampu menguasai berbagai jenis habitat lain, seperti gurun, rawa, bahkan dataran tinggi daerah tropis dan subtropis di Afrika dan Asia.
Gajah Afrika dapat mencapai tinggi hingga 3-4 meter dengan berat sekitar 4.000 sampai 7.000 kg. Adapun, Gajah Asia mempunyai badan yang lebih kecil dari pada Gajah Afrika, yaitu tingginya 2 sampai 3,5 meter dan berat antara 3.000 dan 5.000 kg.
Ternyata, gajah mempunyai berbagai fakta menarik, lho. Simak uraian berikut ini.
Semakin panas habitatnya, semakin besar telinga gajah
Tahukah kamu bahwa gajah Afrika memiliki lebar daun telinga yang paling besar dibandingkan dengan jenis gajah lainnya? Ya, hal ini dikarenakan habitat dari gajah Afrika memiliki iklim terpanas. Telinga gajah Afrika mencapai panjang 4 kaki dan lebar hingga 3 kaki. Memiliki bentuk yang unik menyerupai bentuk benua Afrika. Pada daun telinga gajah, terdapat banyak pembuluh darah yang salah satunya berfungsi mengeluarkan panas tubuhnya dengan cara mengepakkannya dalam posisi diam.
Gajah tidak bisa melompat dan berderap
Kecepatan jalan gajah mampu mencapai 18 km/jam. Tak hanya itu, gajah dapat berenang sejauh 48 km dengan kecepatan 2,1 km/jam. Sebagai perenang yang handal, gajah mampu berenang tanpa menyentuh dasar hingga 6 jam lamanya.
Hanya gajah betina yang hidup berkoloni
Fakta menarik selanjutnya, para koloni gajah dipimpin oleh gajah betina tertua yang disebut Matriark. Dengan beranggotakan lebih dari 10 ekor yang terdiri dari beberapa pasang induk dan anak. Matriark ini akan memimpin hingga akhir hayatnya dan ketika ia mati maka akan digantikan oleh saudaranya atau anak perempuan tertuanya. Koloni-koloni gajah betina sangat aktif berinteraksi hingga membentuk klan yang terdiri dari beberapa kelompok gajah. Biasanya klan tersebut bekerja untuk mempertahankan wilayah atau sumber air saat musim kemarau dari klan lain. Berbanding terbalik dengan betina, gajah jantan justru jarang dijumpai membentuk koloni, terkadang ada meski hanya beranggotakan 2 ekor gajah jantan saja.
Gajah jantan lebih agresif saat birahi
Birahi mulai dialami oleh gajah jantan sejak menginjak usia 15 tahun dan akan stabil pada usia 35 tahun. Biasanya birahi terjadi pada gajah muda pada bulan Januari - Mei, sedangkan pada gajah yang lebih tua pada bulan Juni - Desember. Untuk mengetahui gajah sedang birahi, terlihat dari keluarnya cairan dari daerah pelipisnya (kelenjar temporal), berjalan dengan kepala terangkat dan berayun, melambaikan satu telinga, bersuara gaduh, dan mengorek tanah dengan taring. Saat gajah sedang birahi, biasanya akan cenderung agresif karena itu bila ada perkelahian, gajah yang sedang birahi biasanya akan menang.
Gading gajah merupakan modifikasi dari gigi seri rahang atas
Gading gajah akan tumbuh pada usia 6 - 12 bulan menggantikan gigi susu, bertumbuh 17 cm setiap tahunnya. Gading berfungsi untuk menggali menemukan akar air dan garam, menguliti dan menandai pohon, menyingkirkan batang pohon, sekaligus sebagai senjata melindungi diri. Berbeda dari gajah Afrika yang memiliki gading pada jantan dan betina, gajah Asia hanya memiliki gading pada jantannya saja. Taring gajah Asia terbesar yang pernah ditemukan sepanjang 3,02 meter dengan berat mencapai 39 kilogram (kg).
Kawanan gajah menyambut kelahiran gajah dengan Bahagia
Gajah yang baru lahir biasanya akan terlahir dengan berat sekitar 120 kg dan tinggi 85 cm. Dengan berkumpul mengelilingi dan menyentuh anak gajah menggunakan belalai menandakan kebahagian. Jika terdapat ancaman atau bahaya, para anak-anak gajah akan ditempatkan di tengah - tengah koloni sebagai bentuk perlindungan.
Makhluk Sosial
Gajah adalah hewan yang sangat sosial dan hidup berkelompok. Kawanan dapat terdiri dari 4 hingga 100 gajah, tergantung spesiesnya. Gajah adalah makhluk yang sangat sosial yang hidup dalam suku-suku yang erat yang sering terdiri dari betina terkait dan anak-anak mereka. Mereka membentuk hubungan yang kuat seumur hidup dan sering bekerja sama untuk melindungi satu sama lain dan kawanan. Selain bereproduksi untuk menjaga jumlah kawanan tetap kuat, perilaku sosial gajah juga membantu dalam hal lain. Gajah bekerja sama untuk mencari makan, bekerja sama untuk melindungi satu sama lain dari pemangsa, dan saling membantu di saat-saat sulit. Mereka juga terlibat dalam permainan sosial, seperti saling berkejaran dan bermain dengan benda-benda, serta menikmati aktivitas seperti mandi lumpur bersama. Gajah juga berkomunikasi satu sama lain melalui sistem vokalisasi yang kompleks. Semua contoh ini menunjukkan ikatan sosial yang erat antara gajah dalam kawanannya.
Belalai gajah
Belalai gajah terdiri dari lebih dari 40,000 otot, menjadikannya pelengkap paling serbaguna di dunia hewan. Belalai gajah adalah fitur hewan yang paling dikenal dan merupakan bagian utama dari fungsinya sehari-hari. Terdiri dari dua bagian terpisah, bagasi digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk mengambil makanan, minum, dan komunikasi. Selain kemampuan sentuhannya, belalai gajah merupakan aksesori penting dalam sistem ventilasi hewan; itu berfungsi untuk mengatur suhu dan membuang racun dari makhluk itu. Beberapa gajah juga diketahui menghasilkan berbagai macam suara khas dengan menggunakan belalainya. Terlepas dari penampilannya yang halus, belalainya sangat mahir dalam gerakannya dan dapat menggunakan ototnya untuk mengangkat dan membawa hingga tujuh persen dari berat hewan, atau hingga empat puluh seratus pon. Belalai gajah juga merupakan alat yang ampuh digunakan dalam pertahanan, dilengkapi dengan dua pelengkap seperti jari yang dapat menangkap dan menahan benda atau objek seperti predator. Secara keseluruhan, belalai gajah adalah bagian yang luar biasa dan penting dari keseluruhan anatominya.
Kehamilan Gajah
Gajah memiliki masa kehamilan yang sangat panjang yaitu 22 bulan, menjadikannya mamalia dengan masa kehamilan paling lama. Gajah memiliki masa kehamilan terpanjang dari semua mamalia darat. Rata-rata masa kehamilan gajah adalah 22 bulan, artinya dibutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk melahirkan bayi gajah. Betina biasanya melahirkan hanya satu anak sapi pada satu waktu. Persalinan yang sulit bukanlah hal yang aneh; induknya mungkin membutuhkan bantuan dari gajah betina dewasa lainnya. Anak sapi lahir dengan mata terbuka dan dapat berdiri dalam beberapa menit. Tidak butuh waktu lama untuk terjalin ikatan antara ibu dan anak sapi.
Referensi :https://elephantfreedom.org/id/25-amazing-facts-about-elephants/ , https://www.detik.com/bali/berita/d-7339110/6-fakta-menarik-tentang-gajah-semakin-panas-habitat-semakin-besar-telinga
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....