JKN, Wujud Kedaulatan Negara di Perbatasan

  • 30 Jul 2025 09:47 WIB
  •  Sintang

KBRN, Sintang : Ini cerita perjalanan kami ke Pedalaman Perbatasan Indonesia Serawak Malaysia di kecamatan Badau Kabupaten Kapuas hulu Kalimantan Barat.

Kami ingin memastikan negara hadir di pedalaman perbatasan, selain pendidikan, permasalahan kesehatan menjadi hal yang paling banyak dikeluhkan warga di perbatasan.

Dengan alasan pelayanan yang baik dan kelengkapan peralatan warga perbatasan Kalimantan Barat masih banyak yang menyebrang ke negara tetangga untuk berobat.

“Umumnya masyarakat banyak berobat ke Kuching Malaysia, karena alasan pelayanan yang cepat dan Diagnosa yang akurat,” kata Mansur warga Perbatasan Kalimantan barat.

Perjalanan terdekat dari kota Sintang ke Ibu kota kecamatan Badau kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat ditempuh sekitar 6 jam menggunakan roda empat melawati jalan perkebunan sawit, kami juga harus melewati bentangan sungai Kapuas menggunakan kapal penyeberangan di Salat.

Debu gelap menyelimuti pandangan dalam perjalanan kami di jalan perusahaan Sawit, saat musim penghujan beberapa titik jalanan ini akan berubah menjadi kubangan yang licin.

Menjelang magrib kami tiba di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, kami memutuskan menginap di salah satu penginapan disini.

Pagi-pagi kami bertemu Ketua Kelompok Informasi Perbatasan Murjani, Ia mengatakan, lima tahun terakhir warga perbatasan mulai mengurangi ketergantungan berobat ke Malaysia. alasanya saat ini fasilitas kesehatan sudah dekat, selain itu sebagian besar mereka telah tercover oleh BPJS Kesehatan.

“ Saat ini sudah jauh menurun warga perbatasan berobat ke Malaysia, sebelum tahun 2023 masih banyak warga yang menyeberang ke Khuching Malaysia untuk berobat,” ungkapnya..

Hal senada dikatakan Anastasia, Paramedis yang bertugas di Puskesmas Badau, menurutnya sebagian besar warga perbatasan kini telah merasakan manfaatnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Sebagian besar mereka asli perbatasan, ada juga perusahaan faskenya di sini, terdata ada 8 ribu kapitasi, kalau warga harus berobat ke Malaysia mahal,” ungkap Anastasia.

Kepala desa Janting kecamatan Badau menyebut, BPJS Kesehatan telah banyak menolong masyarakat perbatasan dari penyakit yang berat yang mengakibatkan ekonomi mereka ambruk.

“ BPJS sangat penting untuk masyarakat, kalau sakit parah kan besar biayanya, BPJS sangat diperlukan untuk menolong masyarakat kita,” ucapnya.

Bahkan warga perbatasan yang harus cuci darah setiap minggu menyatakan beruntung memiliki Jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan, sudah 2 tahun ia harus cuci darah, tanpa BPJS kesehatan Agus mengaku sulit bertahan hidup.

“ Tidak mungkin dapat bertahan dua tahun, mungkin setahun sudah lewat pak, bayangkan aja untuk satu kali cuci darah satu juta lebih,” ungkap agus.

Sang istri juga menimpali, BPJS sangat membantu keluarga di saat sulit seperti ini.

Kerjasama semua pihak agar masyarakat Indonesia terlindungi oleh BPJS Kesehatan memang masih memerlukan waktu. Kami juga masih menemukan pendataan yang belum akurat, selain itu warga perbatasan masih banyak yang belum memiliki identitas

"Kebanyakan warga berobat tidak memiliki Identitas," ungkap Anastasia.

Sebagai warga perbatasan, Murjani berharap, ada evaluasi dan verifikasi sehingga datanya valid, apalagi banyak warga pedalaman perbatasan yang sudah menikah tidak melakukan pencatatan di dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Kepala BPJS Kesehatan cabang Sintang Desvita Yanni menyatakan Warga Negara Indonesia (WNI) di perbatasan perlu mendapatkan perlakuan yang sama dengan WNI lainya dalam mengakses kesehatan, untuk itu BPJS Kesehatan memonitoring langsung layanan yang diterima terutama bagi peserta JKN di daerah ini. Desvita Yanni Berharap masyarakat mendapatkan layanan informasi yang utuh tentang Jaminan kesehatan.

“ Masyarakat di perbatasan harus tahu program Jaminan Kesehatan Nasional dan kanal-kanal yang memudahkan mereka mengakses layanan kesehatan melalui Mobile JKN, selain itu keterlibatan dinas sosial juga penting untuk dapat mengupdate kepersataan warga kita disini,” katanya.

Program BPJS Keliling di perbatasan memperkenalkan masyarakat tentang JKN dan layanan yang dapat mereka akses dengan mudah di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Terlihat antusias masyarakat yang hadir di halaman kantor kecamatan Badau, kamis (24/7/2025) pagi cukup tinggi, mereka melakukan konsultasi langsung pada petugas BPJS Kesehatan dan langsung mengunduh aplikasi Mobile JKN yang dipandu oleh para petugas.

Menurut Desvita Yanni kehadiran BPJS Keliling diperbatasan salah satunya mempertegas bahwa negara hadir di sini. JKN ini menjadi wujud kedaulatan bangsa dan Negara Indonesia di beranda depan NKRI. (fik)

Audio
Putar Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita