Produk UMKM Sintang Diminati Warga Miri, Kain Pantang Jadi Jembatan Persaudaraan

  • 18 Jun 2026 22:10 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Miri - Produk UMKM asal Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang mewakili Indonesia dalam ajang International Foods & Drinks Trade & Exhibition yang berlangsung di Meritz Hotel Miri, mendapat perhatian besar dari masyarakat Miri, Sarawak, Malaysia. Salah satu produk yang paling banyak menarik minat pengunjung adalah Kain Pantang atau yang dikenal masyarakat Sarawak sebagai Pua Kumbu atau Kain Kebat.

Linda, warga Miri yang mengunjungi stan Indonesia, mengaku terkesan dengan kualitas Kain Pantang yang dipamerkan. Menurutnya, penggunaan bahan pewarna alami dan karakter warna yang lembut menjadi keunggulan tersendiri. “Saya sangat suka dengan kualitas kain ini. Pewarnaannya menggunakan bahan alami dan warnanya kalem, tidak terlalu mencolok, sehingga terlihat sangat elegan dan bernilai seni tinggi,” ujar Linda.

Ketertarikan serupa disampaikan Philip Timbak dan istrinya, Inek Marsya. Keduanya mengaku senang menemukan Pua Kumbu atau Kain Pantang dalam pameran tersebut karena kain tradisional itu kini semakin sulit dijumpai di Sarawak. “Di Malaysia, terutama di Sarawak yang juga banyak masyarakat Iban, sudah semakin sulit menemukan Pua Kumbu atau kain kebat seperti ini. Karena itu kami sangat senang melihat produk yang dibawa dari Sintang,” kata Inek Marsya.

Philip Timbak dan Inek Marsya saat melihat koleksi Galeri Kain Pantang di acara International Foods & Drinks Trade & Exhibition yang berlangsung di Meritz Hotel Miri.

Inek Marsya menambahkan bahwa dirinya mengagumi komitmen masyarakat Iban di Indonesia yang masih menjaga warisan budaya leluhur melalui tenun tradisional. “Kami sangat menghargai saudara-saudara Iban di Indonesia yang masih menjaga budaya leluhur dengan baik. Kain ini bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga identitas dan kebanggaan masyarakat Iban. Melihatnya membuat kami merasa lebih dekat dengan akar budaya kami sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Hetty Kus Endang, Pemilik Galeri Kain Pantang, mengaku bahagia dapat bertemu langsung dengan masyarakat Iban di Sarawak melalui kegiatan pameran tersebut. Menurutnya, kehadiran Kain Pantang di Miri tidak hanya menjadi sarana promosi produk UMKM, tetapi juga menjadi media mempererat hubungan budaya antara masyarakat serumpun di dua negara.

“Saya senang sekali bisa berjumpa dengan saudara-saudara Iban di negara jiran. Lewat budaya, khususnya Kain Pantang, persaudaraan yang selama ini terjalin karena akar budaya yang sama bisa semakin erat. Ini bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga mempertemukan kembali keluarga besar Iban yang dipisahkan oleh batas negara,” tutur Hetty Kus Endang. (dby)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....