Dorong Ekonomi Kreatif, Pelajar Sintang Ciptakan Cinderamata Kain Pantang
- 09 Mar 2026 10:17 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Kehadiran Sekolah Budaya Kain Pantang di Kabupaten Sintang tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi semata, melainkan juga menargetkan penciptaan ekosistem Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta hilirisasi ekonomi kreatif di kalangan pelajar.
Pendiri Galeri Kain Pantang Sintang, Hetty Kus Endang, menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu pilar utama sekolah ini. Ia mendorong anak-anak muda dan pelajar untuk berinovasi menciptakan produk turunan kain tenun yang memiliki nilai jual, bernilai ekonomis, dan terjangkau.
"Kita melahirkan produk-produk kreatif. Tenun yang dibuat oleh adik-adik yang baru belajar bisa dijadikan anting-anting, kalung, atau gantungan kunci yang harganya terjangkau, kisaran Rp15.000 hingga Rp20.000 sebagai oleh-oleh," ungkap Hetty.
Selain aksesoris, para pelajar SMK juga didorong untuk menciptakan tas belanja ramah lingkungan berbahan dasar kombinasi tenun sebagai pengganti kantong plastik belanja. Produk-produk turunan ini dinilai sangat potensial untuk mengisi gerai-gerai cinderamata (Pojok UMKM), hotel, hingga masuk ke etalase di Bandara.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, Subendi, memberikan apresiasi tinggi atas terobosan ini. Menurutnya, inovasi kreativitas (destructive creative innovation) sangat dibutuhkan untuk membuka pasar-pasar baru agar budaya tenun dapat terus bertahan dan memberikan kesejahteraan bagi para pelaku industrinya di masa modern. (Arf)