Inilah Waktu Panen Ikut Menentukan Cerita di Balik Matcha

  • 03 Okt 2026 18:14 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Secangkir matcha mungkin terlihat sederhana. Bubuk hijau dicampur dengan air, kemudian disajikan sebagai minuman. Namun, sebelum sampai ke dalam cangkir, ada proses panjang yang ikut membentuk cerita bahan tersebut. Salah satunya adalah kapan daun teh dipanen.

Mengutip artikel Media Indonesia berjudul “Mengenal Jenis Matcha, untuk Diminum Langsung dan Dimasak Berbeda”, ceremonial grade disebut berasal dari panen pertama pada musim semi, sedangkan culinary grade berasal dari panen ketiga pada musim gugur. Perbedaan waktu panen tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan kedua jenis matcha yang dibahas dalam sumber.

Fakta ini menarik karena matcha yang selama ini dikenal sebagai bubuk hijau ternyata tidak hanya memiliki cerita ketika sudah berada di dalam mangkuk atau gelas. Waktu bahan dipanen menjadi bagian dari perjalanan sebelum matcha digunakan sebagai minuman maupun bahan makanan.

Dalam sumber tersebut, ceremonial grade juga disebut memiliki rasa umami dan cocok diminum langsung. Sementara culinary grade lebih ditujukan untuk kebutuhan bakery atau masakan. Dengan demikian, istilah yang berbeda bukan sekadar nama pada kemasan, tetapi berkaitan dengan bagaimana matcha tersebut digunakan.

Bagi orang yang baru mengenal matcha, informasi seperti ini bisa mengubah cara melihat minuman tersebut. Warna hijau yang serupa tidak otomatis berarti semua matcha memiliki peruntukan yang sama.

Ada matcha yang karakternya dinikmati secara langsung. Ada pula yang justru menjadi bagian dari resep, berpadu dengan bahan lain untuk menghasilkan makanan atau hidangan dengan cita rasa matcha.

Cerita tentang waktu panen juga membuat secangkir matcha terasa sedikit berbeda untuk dipahami. Ada proses pertanian yang mendahului proses pengolahan, sebelum akhirnya bubuk tersebut digunakan dalam berbagai sajian.

Menariknya lagi, sumber menyebut matcha ceremonial grade yang digunakan dalam salah satu produk kuliner berasal dari Uji, Kyoto, Jepang, daerah yang dikenal dalam pembahasan mengenai matcha.

Pada akhirnya, mengenal matcha tidak harus dimulai dari pertanyaan tentang mana yang paling bagus. Pertanyaan yang lebih sederhana justru bisa menjadi awal: matcha ini berasal dari proses seperti apa, dipanen kapan, dan akan digunakan untuk apa?

Dari sana, secangkir matcha tidak lagi sekadar minuman berwarna hijau. Ada cerita tentang daun teh, waktu panen, pengolahan, hingga cara bahan tersebut akhirnya dinikmati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....