Harga Bahan Pangan di Pasar Sintang Naik
- 02 Okt 2026 17:05 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang- Sejumlah harga bahan pangan di Pasar Masuka Sintang mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dirasakan masyarakat saat berbelanja kebutuhan sehari-hari, mulai dari cabai, jagung, kacang panjang hingga lauk-pauk.
Salah seorang warga, Empaci Warsini, yang berbelanja di Pasar Masuka Sintang menyebutkan, kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran. Sementara itu, harga bawang merah masih berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
“Eh, saya tadi kebetulan ke Pasar Masuka Sintang, mau beli cabai. Sekarang harga cabai sudah mencapai Rp100.000 per kilogram, ada juga yang sekitar Rp20.000 per ons,” ujar Warsini, Jumat, 2 Oktober 2026.
Ia mengatakan, harga cabai di pasar cukup beragam, tergantung jenis cabai yang dibeli. Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah bahan pangan lainnya.
“Kalau jagung, awalnya sekitar Rp10.000, sekarang menjadi Rp18.000. Kacang panjang juga naik, yang awalnya Rp7.000 sekarang sekitar Rp35.000,” katanya.
Menurut Warsini, kenaikan tidak hanya terjadi pada satu atau dua jenis sayuran. Hampir seluruh sayuran yang dibutuhkan masyarakat mengalami kenaikan harga.
“Sayuran yang lain juga rata-rata mahal, hampir semuanya mengalami kenaikan. Kalau bawang merah masih tetap, sekitar Rp40.000 per kilogram,” ujarnya.
Kenaikan harga juga dirasakan pada sejumlah lauk-pauk, termasuk ayam dan daging. Harga ayam disebut berada di kisaran Rp50.000 per kilogram, sedangkan ayam campur tulang sekitar Rp48.000 per kilogram.
Sementara itu, seorang pedagang sayur di Pasar Inpres Sintang, Nini, mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai. Sejumlah sayuran lain seperti kacang panjang, labu air, gambas dan beberapa jenis sayuran lainnya juga mengalami kenaikan harga.
Menurut Nini, harga cabai saat ini mencapai sekitar Rp20.000 per ons. Kenaikan harga tersebut turut berdampak pada aktivitas jual beli di pasar, dengan jumlah pembeli yang datang mengalami penurunan.
“Cabai sekarang sudah naik menjadi sekitar Rp20.000 per ons. Karena harganya naik, pembeli yang datang juga berkurang,” ujar Nini.
Nini mengatakan, kenaikan harga cabai dan sejumlah sayuran mulai dirasakan sejak musim kemarau berlangsung di Sintang. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi ketersediaan pasokan sehingga berdampak terhadap harga sejumlah bahan pangan yang dijual di pasar.
Kenaikan harga tersebut membuat masyarakat perlu lebih cermat mengatur pengeluaran ketika berbelanja kebutuhan dapur. Kondisi ini juga membuat sebagian pembeli mengurangi jumlah belanja agar pengeluaran tetap sesuai kemampuan.
Warsini berharap harga bahan pangan dapat kembali stabil sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani saat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, kestabilan harga penting karena sayuran, bumbu dapur dan lauk-pauk merupakan kebutuhan yang dibeli secara rutin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....